Orang Sakit Diimbau Tak Ikut Salat Idul Adha di Masjid

MANADO - Orang yang memiliki riwayat penyakit ataupun sedang sakit diimbau untuk tidak mengikuti Salat Idul Adha 1441 Hijriyah yang dilaksanakan baik di masjid maupun yang dilaksanakan di lapangan. Hal ini untuk mengurangi resiko penyebaran virus corona.
Dikatakan Kepala Bidang Bimas Islam Kementrian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd, kondisi tubuh yang sakit akan rentan terpapar oleh virus corona, sehingga bisa menyebabkan kerugian untuk yang bersangkutan.
"Untuk itu, diimbau agar jemaah yang sementara sakit atau memiliki riwayat penyakit bisa melaksanakan salat Idul Adha di rumah," kata Taha, Kamis (23/7).
Dikatakan Taha, sesuai dengan edaran Menteri Agama tentang penyelenggaraan sholat Idul Adha 1441 H/2020, maka pelaksanaannya bisa atau diperbolehkan berjamaah di Masjid, Lapangan dan tempat lain setelah berkoordinasi dengan Gugus Tugas COVID-19 di daerah masing-masing.
"Pedomannya jelas dari Kementerian Agama. Panitia penyelenggara tinggal mengikuti pedoman itu," tutur Taha.
Lanjut menurut Taha, diperbolehkannya pelaksanaan salat Idul Adha tentu tetap harus mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Menurutnya, penggunaan masker, cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer harus tetap ditaati oleh jemaah.
Sementara itu, terkait dengan pemotongan Hewan Qurban, Taha menyebutkan jika sebaiknya atau dianjurkan untuk dilakukan di tempat terbuka dan penyalurannya dilakukan secara bergantian atau shift.
“Pembagian yang dilakukan secara bergantian, supaya menghindari berkerumunnya orang,” kata Taha kembali.
muid djalal
