Ormas Adat Minahasa dan BSM Bitung Sepakat Deklarasi Damai
·waktu baca 2 menit

BITUNG - Ormas Adat Minahasa dan Ormas Keagamaan Barisan Solidaritas Muslim (BSM) yang sempat terlibat Bentrok Ormas di Bitung, akhirnya sepakat untuk menggelar deklarasi damai.
Bertempat di salah satu restoran yang ada di Kelurahan Manembo-nembo, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Selasa (29/11), deklarasi yang diinisiasi oleh Kapolda Sulawesi Utara (Sulut), Irjen Pol Setyo Budiyanto, dilaksanakan dengan penuh kekeluargaan.
Dihadiri juga oleh seluruh Ormas Adat dan Ormas Keagamaan lainnya, deklarasi ini disaksikan secara langsung oleh unsur Forkopimda Sulut.
Pada kegiatan ini, dilakukan penandatangan kesepakatan dengan empat poin penting, yakni sepakat akhiri konflik, mendukung penegakan hukum yang berlangsung, menolak bentuk provokasi dan bersama menjaga keamanan dan persatuan.
Berikut isi deklarasi damai Ormas Adat Minahasa dan Ormas Keagamaan BSM:
Sepakat untuk mengakhiri setiap konflik yang terjadi secara damai.
Mendukung penegakkan hukum terhadap pelaku yang terlibat, secara transparan dan berkeadilan.
Menolak segala bentuk provokasi, pergerakan massa dari luar Kota Bitung, maupun pemberitaan melalui media sosial yang sifatnya HOAX yang berkaitan dengan permasalahan di Kota Bitung.
Bersama menjaga keamanan, ketentraman dan ketertiban Masyarakat Kota Bitung.
Sementara itu, Kapolda Sulut, pada kesempatan itu memberikan apresiasi dan mengaku terharu karena kegiatan tersebut bisa terlaksana. Diakuinya, walaupun tidak ada pelaksanaan deklarasi, tetapi dia yakin jika kesepakatan damai telah terjadi, karena slogan Torang Samua Basudara memang benar-benar nyata di Sulut.
Pada kesempatan itu, Kapolda juga berpesan agar mengabaikan upaya-upaya pihak dari luar Sulut yang menginginkan adanya perpecahan di Sulut. Dia juga meminta agar pihak luar tidak lagi memperkeruh suasana yang sudah dalam keadaan damai tersebut.
“Saya bermohon dengan kerendahan hati, nanti kiranya semua mau untuk meluruskan bahwa urusan Bitung. Hari ini, Alhamdulillah, puji syukur kepada Tuhan, selesai,” ujar Kapolda.
“Tentunya saya yakin, kalau niatnya untuk kebaikan segala sesuatunya bisa diselesaikan dengan mudah. Insya Allah semuanya bisa selesai, semuanya bisa berjalan dengan baik sesuai dengan niat kita,” katanya kembali.
febry kodongan
