Pasca-gempa, Warga di Manado Turun ke Pantai untuk Cek Ketinggian Air

Warga Kota Manado, Sulawesi Utara panik saat terjadi gempa, Jumat, (15/11) dini hari sekira pukul 00.17 WITA. Banyak warga memilih berhamburan keluar rumah saat gempa dengan kekuatan 7,1 Magnitudo mulai mengguncang.
Peringatan tsunami yang dikeluarkan oleh BMKG kian membuat panik warga yang tinggal di daerah pesisir. Namun demikian, beberapa warga justru turun ke pantai untuk mengecek ketinggian air laut, apakah masih normal atau tidak.
Sejumlah warga di wilayah Manado bagian utara menyebutkan, jika melihat kebiasaan air di malam hari ada perubahan dengan saat gempa terjadi. Menurut warga, air memang surut sesaat setelah gempa.
"Biasanya air tidak serendah ini (selepas gempa). Mudah-mudahan saja tidak terjadi tsunami," kata Fandi, salah seorang warga yang ikut turun mengecek air laut.
Sementara, di daerah pesisir Malalayang, beberapa warga tampak memilih untuk meninggalkan rumah dan menuju ke arah Desa Sea, Minahasa yang berada di ketinggian. Mereka berdalih, lebih baik antisipasi ke tempat yang lebih tinggi, ketimbang menunggu ketidakpastian.
"Kami sekeluarga memilih ke arah Desa Sea karena berada diatas (pegunungan). Dari desa ini juga bisa dilihat dengan jelas air laut. Kami memilih cari aman dulu," tutur Sonya.
Sekadar diinformasikan, peringatan dini tsunami untuk wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara dikeluarkan BMKG pasca gempa dengan kekuatan 7.4 skala richter terjadi.
febry kodongan
