Patahkan Kutukan, Fernando Manansang Antar Tim Basket Sulut Menang dari Jatim
ยทwaktu baca 3 menit

PAPUA - Tim basket Sulawesi Utara (Sulut), akhirnya mengakhiri 'kutukan' tak pernah menang atas tim Jawa Timur (Jatim) selama ajang PON berlangsung, setelah pada pertandingan penyisihan grup B PON XX Papua, Kamis (30/9) siang tadi, berhasil menang dengan skor 76-72.
Dalam pertandingan yang digelar di GOR Mimika ini, lagi-lagi penampilang gemilang Fernando Manansang, mampu memimpin rekan-rekannya memenangi tim Jatim yang bermaterikan empat pemain IBL tersebut. Fernando yang akrab disapa Pikolo ini, tampil dominan dan mencetak double-double, dengan raihan 22 point dan 10 rebound.
Tak hanya itu, Pikolo juga menjadi pemain yang tampil paling lama di lapangan, yakni 37 menit. Hal yang juga dilakukannya saat pertandingan perdana melawan Bangka Belitung.
Jalannya Pertandingan
Sulawesi Utara mengawali laga dengan baik di pertandingan ini. Walaupun pada pertandingan pertama Rabu (29/9) kemarin, stamina anak asuhan pelatih Roland Lengkong terkuras habis karena bermain hingga babak overtime, tapi mereka mampu memimpin laga. Hingga akhir quarter pertama, Sulawesi Utara unggul 20-16.
Sayangnya, pada quarter kedua, tim Jawa Timur yang dipimpin Ikram Fadhil dan Andreas Bonfilio, mampu membalikan keadaan. Walaupun masih tertinggal 30-26 di 5 menit pertama quarter kedua, tapi kemudian mereka menutupnya dengan baik dan unggul 37-34.
Pada quarter ketiga, anak-anak Jawa Timur menguasai jalannya pertandingan. Dio Saputra dan Muhammad Naufal Rizq, dua pemain IBL di tim Jawa Timur memimpin rekan-rekannya selalu unggul atas tim Sulawesi Utara. Di lima menit pertama mereka unggu 51-39, sebelum akhirnya menutup quarter ini dengan skor 58-51.
Pada quarter keempat yang merupakan penentuan, William Pontoh dan kawan-kawan, masih sulit untuk mendekati perolehan poin tim Jawa Timur. Pada interval lima menit pertama, tim Sulut masih tertinggal dengan skor 66-62.
Namun, selepas itu, perlahan namun pasti tim Sulut yang saat pertandingan menggunakan baju putih bermotif merah ini, berhasil mengejar ketertinggalan poin. Sebaliknya, tim Jawa Timur seperti kehilangan sentuhan untuk mencetak poin.
Momen keunggulan tim Sulawesi Utara yang dimanajeri Clay Dondokambey ini terjadi saat waktu tinggal menyisakan satu menit. Saat itu, posisi skor Sulawesi utara tertinggal dua poin yakni 70-72. Momen ini, Brandon Kosegeren berhasil menjaringkan tembakan tiga point dan berbalik unggul 73-72.
Setelah itu, tim Sulawesi utara kembali berhasil menambah tiga point, sementara tim Jawa Timur terpaku di angka 72. Kemenangan pun diraih dengan skor 76-72. Kemenangan ini menjadikan Sulawesi Utara telah mengoleksi dua kemenangan dan masih menyisakan dua laga lagi melawan Bali dan tuan rumah Papua.
Asisten pelatih tim Basket Sulawesi Utara, Herry Tumuwo, mengaku sangat senang dengan hasil ini. Apalagi menurutnya, tim mereka datang sebagai tim underdog, menurut beberapa pengamat.
"Jadi kami main nothing to lose aja. Anak-anak diberi arahan untuk melakukan apa yang mereka lakukan pada waktu latihan. Itu saja," kata Herry yang akrab disapa Bongkeng.
Herry kemudian mengakui jika tim Jawa Timur adalah tim yang sungguh luar biasa, karena selama ini Sulawesi Utara, selalu kesulitan mengalahkan mereka.
"Kemenangan ini tentu sangat kami syukuri sebagai anugerah Tuhan buat tim kami," ujar Herry.
Sementara itu, Ketua Perbasi Manado, dr Richard H Sualang, menyebutkan jika ini adalah momentum sejarah untuk Sulawesi utara, karena pertama kali mengalahkan Jawa Timur di PON. Sualang yang menyaksikan aksi tim basket lewat layanan live streaming ini, berharap tim ini bisa menjuarai grup dan terus melaju ke babak final.
"Kesuksesan melawan Jawa Timur ini, bisa berlanjut saat melawan Bali dan Papua. Dan semoga mereka menuntaskan perjuangan di Papua dengan Medali. Amin," ujar Sualang yang juga Wakil Wali Kota Manado.
isa
