Konten Media Partner

Pemprov Sulut Minta Izin Rumah Singgah Dijadikan RS Darurat COVID-19

Manado Baciritaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Rumah singgah yang disediakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk penanganan virus corona (foto: febry kodongan/manadobacirita)
zoom-in-whitePerbesar
Rumah singgah yang disediakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk penanganan virus corona (foto: febry kodongan/manadobacirita)

MANADO - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) telah mengajukan permintaan izin kepada pemerintah pusat untuk menjadikan rumah singgah sebagai rumah sakit darurat penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), yang akan merawat pasien positif corona.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terus bertambahnya jumlah pasien positif corona di Sulawesi Utara yang terus mengalami peningkatan. Data saat ini, secara akumulatif jumlah pasien corona sudah mencapai 1.024 kasus dengan pasien yang masih aktif dirawat berjumlah 776 orang.

"Pemerintah Provinsi sudah meminta izin ke pusat, untuk menjadikan rumah singgah sebagai rumah sakit darurat COVID-19. Itu yang sedang kami ajukan," kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulut, dr Steaven Dandel.

Selain itu, Dandel juga menyebutkan jika pemerintah saat ini tengah mempersiapkan rumah sakit umum daerah (RSUD) Noongan di Minahasa, untuk dijadikan rumah sakit yang khusus menangani pasien corona tanpa ada pasien umum lainnya.

"Kami juga mendapat laporan jika RSUP Prof Kandou kini telah menambah jumlah bed pasien corona dari 80 menjadi 120. Itu adalah cara-cara yang dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan," tutur Dandel.

Sementara itu, menurut Dandel, ada juga kebijakan dari pemerintah pusat yang menyebutkan jika pasien positif corona yang tidak memiliki gejala atau istilahnya Orang Tanpa Gejala (OTG) tidak lagi dirawat di rumah sakit melainkan hanya melakukan isolasi mandiri di rumah atau di rumah singgah.

"Pemerintah terus berupaya untuk bisa maksimal melakukan penanganan COVID-19 ini," kata Dandel kembali.

manadobacirita