Konten Media Partner

Penjabat Bupati Sitaro Optimis Bandara Bung Karno Bawa Banyak Manfaat ke Daerah

3 Februari 2024 21:53 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kegiatan Penandatanganan Kontrak Subsidi Angkutan Udara Perintis Penumpang 9 Rute Tahun Anggaran 2024 yang berlangsung di ruang rapat Lantai 2 BLU UPBU Djalaludin Gorontalo.
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan Penandatanganan Kontrak Subsidi Angkutan Udara Perintis Penumpang 9 Rute Tahun Anggaran 2024 yang berlangsung di ruang rapat Lantai 2 BLU UPBU Djalaludin Gorontalo.
ADVERTISEMENT
SITARO - Bandara Bung Karno di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), dalam waktu dekat akan mulai beroperasi. Jadwal terbaru, tanggal 18 dan 19 Februari akan ada uji kelayakan terbang di Bandara tersebut.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal itu, Penjabat Bupati Sitaro, Joi Eltiano B Oroh, mengaku optimis dengan keberadaan bandara itu akan membawa banyak perubahan dan manfaat untuk daerah yang dikenal dengan sebutan 47 pulau itu.
Joi mengatakan berbagai manfaat itu dimulai dengan konektivitas dan mobilitas, di mana bandara menyediakan konektivitas udara yang penting sekaligus memungkinkan perjalanan cepat dan efisien, di mana waktu perjalanan yang lebih singkat, sehingga mobilitas orang akan lebih besar.
"Bandara ini ke depan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dengan masuknya investasi dan perdagangan yang lebih luas, serta menciptakan lapangan kerja, baik itu langsung maupun tidak langsung,” kata Joi.
Lanjut dikatakan Joi, dengan beroperasinya Bandara Bung Karno, juga akan berdampak pada peningkatan sektor pariwisata, karena akses transportasi yang lebih baik sehingga memberikan dorongan signifikan para calon wisatawan untuk mempertimbangkan ke Kabupaten Sitaro.
ADVERTISEMENT
Namun demikian, Joi berharap bandara ini bisa bermanfaat pada pelayanan kemanusiaan dan kedaruratan. Menurutnya, bandara memainkan peran penting dalam pelayanan dalam dua hal tersebut.
“Sebagaimana Bandara Bung Karno ini hadir, juga sebagai upaya mitigasi, karena Kabupaten Sitaro sebagai daerah rawan bencana, maka perlu dukungan aksesibilitas yang memadai sebagai sarana pendukung,” tuturnya kembali.
franky salindeho