Penumpang Pesawat yang Tiba di Bandara Manado Dinyatakan Positif COVID-19

MANADO - Tanda awas untuk kebijakan pelonggaran penerbangan yang mulai diberlakukan oleh Pemerintah. Pasalnya, seorang penumpang pesawat yang tiba di Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado, dinyatakan positif Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), setelah hasil swab yang diuji di laboratorium menunjukan ada unsur genetik SARS-CoV-2.
Pasien dengan identifikasi kasus nomor 447 dan baru diumumkan oleh Gugus Tugas COVID-19 Sulawesi Utara, Sabtu (6/6) ini, awalnya memiliki hasil reaktif saat baru tiba di Bandara Sam Ratulangi. Karena menunjukan hasil reaktif, kemudian diambil sampel swab untuk diuji.
"Setelah diuji memang positif dan kemudian diumumkan sebagai pasien terkonfirmasi COVID-19 pada Sabtu (6/6)," tutur juru bicara Gugus Tugas COVID-19 Sulawesi Utara, dr Steaven Dandel.
Dandel menyebutkan, pihaknya akan melakukan tracing dan tracking terhadap pasien yang merupakan penumpang pesawat yang melakukan perjalanan tersebut.
"Tentunya seperti pada kasus yang lain, kita harus melakukan tracing dan tracking terhadap kontak dari pasien pelaku perjalanan itu," tutur Dandel.
Dandel mengingatkan, saat ini sebaiknya masyarakat untuk tetap mematuhi anjuran pemerintah agar tak melakukan aktivitas di luar rumah, jika tidak ada kebutuhan yang mendesak. Menurutnya, aktivitas di keramaian apalagi berada di tempat kerumuman, justru akan memudahkan penyebaran virus corona tersebut.
"Saya imbau, jauhi dulu aktivitas social gathering. Kita patuhi semua protokol kesehatan dan juga kalau ingin ke luar rumah, pastikan itu untuk kebutuhan yang mendesak saja," kata Dandel.
Sementara itu, masyarakat kembali menyoal kebijakan pelonggaran penerbangan yang menyebutkan jika hal tersebut, justru bertolak belakang dengan upaya menekan penyebaran COVID-19.
"Sebaiknya ditutup dulu untuk pesawat penumpang. Buktinya sudah ada, ternyata ada pelaku perjalanan yang positif COVID-19. Alangkah baiknya, pemerintah memperhatikan ini dan mau menunda kebijakan pelonggaran tersebut," tutur Christian, warga asal Kota Manado.
febry kodongan/manadobacirita
