Penyaluran BLT di Manado Disorot Publik, Banyak Warga Nilai Tak Tepat Sasaran
·waktu baca 2 menit

MANADO - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) mulai menimbulkan kontroversi. Pasalnya, daftar penerima BLT dinilai amburadul dan tak tepat sasaran.
Banyak ditemukan daftar penerima adalah orang mampu bahkan masuk kategori orang berada. Sementara, warga yang benar-benar berhak menerima bantuan justru tak ada dalam daftar penerima tersebut.
Di Kecamatan Mapanget misalnya, ada pemilik kios dan mantan calon legislatif yang masuk ke dalam daftar penerima. Meski mereka memilih tak mendatangi kantor pos untuk mengambil BLT itu, namun banyak masyarakat merasa kecewa karena data yang amburadul.
Begitu juga di Kecamatan Tikala. Warga merasa kecewa dengan daftar penerima, mengingat banyak warga yang benar-benar tak mampu dan tak memiliki kerja karena kondisi kesehatannya buruk, justru tak masuk ke dalam daftar penerima.
Sementara itu, dari keterangan beberapa kepala lingkungan, daftar penerima BLT dikeluarkan langsung dari pemerintah pusat sehingga mereka tak memiliki andil dalam menentukan siapa penerimanya.
Walaupun diakui jika sempat melakukan verifikasi beberapa waktu lalu, namun ternyata data yang ke luar justru berbeda dengan yang mereka verifikasi.
"Jadi kami sempat lakukan verifikasi daftar awal. Kami sudah survei ke masing-masing rumah untuk mengetahui apakah benar itu warga miskin atau tidak. Tapi, kami juga kaget ternyata daftar yang turun ternyata beda lagi," ujar salah satu kepala lingkungan di kecamatan Mapanget yang minta namanya dirahasiakan.
Kondisi ini juga berdampak di kantor Pos yang jadi tempat penyaluran dana BLT itu. Pasalnya, banyak warga yang harus pulang dengan kecewa, karena ternyata nama mereka justru tak ada sebagai penerima BLT. Padahal mereka mengaku telah diinfokan kepala lingkungan akan dapat bantuan.
"Kemarin kepala lingkungan yang kasih tahu, jadi datang hari ini datang kamari (kantor pos). Tapi waktu cek nama ternyata tidak ada,” ujar Milke.
“Banyak yang datang dan sama juga tidak ada nama di daftar," ujarnya lagi.
