Pertamina Sampaikan Duka Cita ke Korban Kecelakaan Mobil Tangki BBM di Minsel

Konten Media Partner
9 Maret 2023 16:57
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kondisi kendaraan minibus avanza yang terlibat kecelakaan mobil tangki BBM di jalan Trans Sulawesi Munte Maruasey, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Rabu (8/3).
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi kendaraan minibus avanza yang terlibat kecelakaan mobil tangki BBM di jalan Trans Sulawesi Munte Maruasey, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Rabu (8/3).
MANADO - Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fahrougi Andriani Sumampow menyampaikan rasa duka atas meninggalnya korban kecelakaan mobil tangki BBM di jalan Trans Sulawesi Munte Maruasey, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Rabu (8/3).
Dalam rilis yang diterima manadobacirita, Fahrougi mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu hasil investigasi penyebab kejadian kecelakaan dari pihak kepolisian dalam hal ini Polres Minsel. Pertamina juga menyatakan akan memberikan support proses hukum yang berjalan.
"Kami akan support dan kooperatif terhadap proses hukum yang berjalan," kata Fahrougi.
Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fahrougi Andriani Sumampow
zoom-in-whitePerbesar
Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fahrougi Andriani Sumampow
Fahrougi mengatakan mobil tangki bermuatan BBM jenis Pertalite dengan nomor polisi B 9902 SFU adalah milik dari Elnusa Petrofin. Mobil itu membawa 16 kilo liter BBM Pertalite yang sedianya akan melakukan pengisian ke spbu 74.953.02 di Desa Tumpaan, Kabupaten Minsel.
"Kami telah mengecek stok di SPBU tersebut serta di Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan dan Minahasa Utara dalam keadaan aman untuk melayani kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Sebelumnya, Rabu, 8 Maret 2023 malam sekitar pukul 19.15 terjadi kecelakaan yang melibatkan mobil tangki bermuatan BBM dengan nomor polisi B 9902 SFU dengan minibus avanza bernomor polisi DB 70 EL dan DB 1223 OL.
Kecelakaan tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia. Keempat orang itu merupakan penumpang dan sopir dari dua minibus yang dilindas oleh mobil tangki bermuatan BBM tersebut. Seorang di antara korban adalah bayi usia 5 bulan. Ibu bayi itu juga meninggal dunia. Sementara seorang lagi belum teridentifikasi.
Sementara ada tiga orang yang selamat yakni sopir dan kernet mobil tangki bermuatan BBM dan juga sopir dari salah satu minibus avanza.
Kasat Lantas Polres Minsel, Iptu Bayu Damara mengatakan jika kejadian tragis itu berawal ketika mobil tangki pengangkut BBM bernomor polisi B 9902 SFU milik Elnusa Petrofin dari arah Manado ke Minsel mengalami bocor rem di jalan Munte sekitar pukul 19.15 Wita.
Karena rem blong, sopir kendaraan berisi BBM kemudian membanting setir ke kanan dan menabrak pagar pembatas. Setelah itu, sopir kembali memutar setir ke kiri. Hal inilah yang membuat kendaraan menjadi oleng dan akhirnya terbalik di tengah jalan.
Nahasnya, dari arah Minsel ke Manado ada dua minibus avanza bernomor polisi DB 70 EL dan DB 1223 OL yang langsung terlindas. Kedua minibus avanza itu tak bisa mengelak dan akhirnya terlindas. Disaat itu, percikan api langsung menyebabkan ledakan dan terbakar.
febry kodongan