Konten Media Partner

Pesan Telly Tjanggulung Sebelum Meninggal untuk Putrinya Hillary Brigitta Lasut

Manado Baciritaverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Minahasa Tenggara Periode 2008-2013, Telly Tjanggulung
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Minahasa Tenggara Periode 2008-2013, Telly Tjanggulung

MANADO - Tulisan tangan berisi pesan dari almarhumah Telly Tjanggulung untuk anaknya Hillary Brigitta Lasut, membuat siapa saja yang membacanya akan tersentuh. Pesan yang diyakini ditulis saat mantan Bupati Minahasa Tenggara periode 2008-2013 tengah berjuang melawan sakit, meminta agar Hillary selalu berpegang kepada Tuhan.

Adapun bunyi pesan yang ditulis oleh istri Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Elly Engelbert Lasut ini adalah:

Anak Rajawaliku (Telly Tjanggulung)

'Persiapkan dirimu untuk menjadi generasi yang kuat, generasi yang berdampak, generasi yang jadi terang dan jadi berkat bagi banyak bangsa.

Di dalam engkau telah Tuhan letakkan dasar kekuatan untuk membungkamkan musuh dan pendendam.

Songsonglah hari esok yang Tuhan siapkan bagimu, masa depan yang gilang gemilang.

by T2

Tulisan tangan dari Almarhumah Telly Tjanggulung yang berisi pesan untuk anaknya Hillary Brigitta Lasut

Hesty Sondakh, orang dekat keluarga Lasut-Tjanggulung mengaku jika pesan tersebut, ditulis langsung oleh Telly Tjanggulung untuk anaknya Hillary Briggitta Lasut, yang saat ini duduk sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem.

Dikatakan Sondakh, tulisan tangan tersebut diyakini dibuat ketika almarhumah sementara berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Menurut Sondakh, selain untuk anaknya, pesan itu juga ditujukan untuk masyarakat yang dekat dengan dirinya.

"Apalagi banyak orang yang memiliki kesan baik terhadap ibu. Bahkan, ibu (Telly Tjanggulung) adalah sosok yang sangat baik, sekalipun orang sering menjahatinya. Bahkan, banyak masyarakat selalu bilang ibu itu murah senyum dan tidak membeda-bedakan orang," kata Sondakh.

Sementara itu, Sondakh mengaku jika Telly Tjanggulung dirawat di rumah sakit yang ada di Jakarta, selama dua bulan. Selama itu juga, pesan-pesan agar bisa selalu baik kepada banyak orang selalu diberikannya.

"Kesan kami terhadap ibu adalah ibu adalah orang baik, benar-benar baik. Tentu kami sangat kehilangan, tapi di akhir kami berdoa, bahwa ini adalah jalan Tuhan. Ibu adalah orang yang selalu membekas akan perbuatannya yang selalu baik," kata Sondakh kembali.

febry kodongan