Konten Media Partner

Petugas SPBU di Kota Bitung Belajar Bahasa Isyarat

Manado Baciritaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana pelatihan bahasa isyarat untuk petugas SPBU di Kota Bitung.
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pelatihan bahasa isyarat untuk petugas SPBU di Kota Bitung.

BITUNG - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menggelar pelatihan bahasa isyarat untuk para petugas SPBU di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).

Kegiatan ini digelar melalui kerja sama antara Pertamina Integrated Terminal (IT) Bitung dan komunitas KALEB, komunitas disabilitas di Bitung, dengan tujuan memberikan pelayanan tanpa batas, kepada seluruh masyarakat, serta untuk menciptakan lingkungan yang inklusif.

“Kami ingin semua konsumen, termasuk teman-teman Tuli, merasa aman dan dihargai saat mengakses layanan SPBU,” ujar IT Manager Bitung, Muhammad Dody Iswanto.

Pelatihan budaya dan bahasa isyarat bagi petugas SPBU di kota Bitung diharapkan mampu menjadi langkah awal yang dapat diikuti oleh seluruh SPBU yang ada.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menilai antusiasme para peserta dalam pelatihan itu juga patut diapresiasi, karena dinilai menunjukkan semangat yang sama untuk menciptakan inklusivitas.

“Petugas SPBU adalah garda terdepan pelayanan Pertamina. Dengan pelatihan ini, kami berharap layanan inklusif dapat dirasakan masyarakat secara luas, tidak hanya di Bitung,” katanya.

Perwakilan Komunitas KALEB, Elton, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut, ia berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat penyandang tunarungu akan dapat dimudahkan dalam pelayanan publik.

Adapun pelatihan berlangsung interaktif dan dibagi dalam tiga sesi utama yakni, pengenalan budaya Tuli, pelatihan bahasa isyarat dasar, serta simulasi pelayanan bagi konsumen disabilitas melalui metode roleplay.

“Teman-teman Tuli sangat senang bisa mengajarkan bahasa isyarat kepada masyarakat luas. Harapan kami, semakin banyak pelayan publik yang mampu berkomunikasi tanpa batas dengan komunitas Tuli,” tuturnya.