Polda Sulut Dipenuhi Karangan Bunga Tanda Dukungan Pemberantasan Korupsi
ยทwaktu baca 2 menit

MANADO - Kantor Polda Sulawesi Utara (Sulut) semenjak Kamis (31/10) kemarin, dipenuhi dengan karangan bunga. Karangan bunga itu berisi ucapan mendukung Polda Sulut untuk melakukan pemberantasan korupsi di daerah nyiur melambai ini.
Adapun karangan bunga ini ditulis berasal dari sejumlah organisasi, tokoh masyarakat dan juga komunitas. Karangan bunga ini kemudian diletakkan di depan jalan kantor Polda Sulut.
Pemandangan ini cukup menyita perhatian masyarakat yang lewat. Mereka mengira ada kegiatan yang dilaksanakan di Polda Sulut, mengingat karangan bunga itu berjajar sangat banyak di depan kantor Polda Sulut yang berada di ruas jalan Bethesda Manado.
"Saya pikir ada acara penyambutan atau pelantikan, karena biasanya kalau ada karangan bunga, ya ada acara. Tapi ternyata itu karangan bunga yang menunjukkan dukungan untuk Polda Sulut," ujar Johan, salah satu warga yang melintas.
Sementara itu, banyaknya karangan bunga dengan tema mendukung Polda Sulut memberantas korupsi, diduga terkait dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh Polda Sulut terhadap beberapa pejabat teras di wilayah ini.
Selama dua pekan berturut-turut, Polda Sulut telah memeriksa belasan pejabat dan beberapa tokoh penting di Sulut. Beberapa pejabat itu diperiksa terkait penyaluran dana hibah dan juga dana insentif daerah.
Adapun para pejabat yang telah diperiksa oleh penyidik Polda Sulut di antaranya:
Sekretaris Provinsi Sulut, Steve Kepel
Pjs Wali Kota Manado, Clay Dondokambey
Pjs Wali Kota Tomohon, Fredy Kaligis
Sekretaris Kota Manado, Micler Lakat
Pjs Bupati Minahasa Selatan, Evans Steven Liow
Pjs Bupati Talaud, Fransiscus Manumpil
Kadis Perkimtan Provinsi Sulut, Alexander Wattimena
Kadis Kelautan dan Perikanan Sulut, Tienneke Adam
Kadis PUPR Provinsi Sulut, Deicy Paath
Kadis Pertanian dan Peternakan Sulut, Wilhelmina Pangemanan
Sekretaris Kabupaten Minahasa Utara Novly Wowiling
Dirut PD Pasar Manado, Lucky Senduk
Ketua BPMS GMIM, Pdt Hein Arina
Mantan Ketua BPMS GMIM, Pdt Albert O Supit
Kapolda Sulut, Irjen Pol Roycke Harrie Langie, beberapa waktu lalu, meminta masyarakat agar melaporkan apabila ada informasi terkait kejahatan agar supaya langsung ditindaklanjuti oleh kepolisian.
Ia juga menegaskan bahwa untuk memajukan daerah Sulawesi Utara, maka salah satunya adalah dilakukan penegakan hukum dalam hal pencegahan korupsi.
"Saya mengajak masyarakat untuk melaporkan langsung jika ada tindak pidana korupsi dan lainnya. Karena sesuai instruksi pak Presiden, kita berantas korupsi," ujarnya kembali.
