Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Anak Perempuan di Minahasa yang Viral
·waktu baca 2 menit

MINAHASA - Polisi akhirnya menangkap empat orang pelaku penganiayaan terhadap anak perempuan berusia 13 tahun di Desa Kembuan, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, yang viral di media sosial, dan telah di repost oleh anggota DPR RI, Hillary Brigitta Lasut di akun pribadinya.
Keempat pelaku penganiayaan sekaligus perundungan atau bullying ini adalah NNW (17), RAM (19), MMRK (16) dan CEL (20), semuanya adalah warga yang sama dengan korban Chelsea Pakasi.
Para pelaku ini ditangkap usai dilaporkan oleh orang tua korban dengan bukti laporan polisi di Polres Minahasa, nomor LP/551/XII/2021/Sulut/Polres Minahasa.
"Para pelaku kini sudah ditahan di Polres Minahasa," kata Kabid Humas Polda Sulawesi Utara (Sulut), Kombes Pol Jules Abraham Abast.
Jules sendiri mengatakan jika para pelaku memang melakukan penganiayaan secara bersama-sama terhadap korban yang masih seorang siswi. Menurutnya, Satreskrim Polres Minahasa telah meminta keterangan terhadap saksi, saksi pelapor, saksi korban, juga keempat terduga pelaku.
“Penyidik sudah mengirimkan surat ke Bapas untuk pendampingan terhadap terduga pelaku dan korban. Kemudian juga berkoordinasi dengan Lapas Anak Tomohon untuk penitipan terduga pelaku yang masih di bawah umur,” ujar Jules.
Sekadar diinformasikan, pasal yang diterapkan pada kasus ini adalah Pasal 80 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan anak (ancaman hukuman 3 tahun 6 bulan dan/atau denda paling banyak Rp.72.000.000,.) dan Pasal 170 ayat (2) ke-1e KUH.Pidana dengan ancaman hukuman maximal tujuh tahun penjara.
Sebelumnya, dua video viral di media sosial, di mana sejumlah remaja menganiaya satu orang anak perempuan yang berusia 13 tahun. Anak perempuan itu dijambak, dibanting, ditendang dan dilecehkan oleh para penganiaya.
Dalam video tersebut, terdengar jika anak perempuan yang dianiaya itu meminta untuk tidak lagi dipukul karena sudah merasa kesakitan. Tapi, bukannya berhenti, gerombolan penganiaya semakin menjadi-jadi. Terdengar juga salah satu penganiaya mengatakan jika dirinya lebih sakit.
Aksi penganiayaan ini sendiri tergolong cukup brutal, karena korban anak perempuan tersebut dianiaya di dalam rumah baru kemudian diseret ke luar untuk kembali dipukuli lebih brutal.
Terlihat ada tendangan yang kena di bagian kepala, bagian payudara dan juga perut dari si korban. Tak ada tindakan perlawanan dari si korban, karena terlihat sudah tidak berdaya dan merasakan kesakitan yang luar biasa.
manadobacirita
