Pondok Pesantren di Manado Pilih Batasi Jumlah Santri di Asrama Akibat Corona

MANADO - Aktvitas pondok pesantren Darul Istiqamah yang berada di Kelurahan Bailang, Kecamatan Bailang, Kota Manado, tampak sepi saat dikunjungi manadobacirita. Pesantren yang juga memiliki tiga tingkatan sekolah mulai dari Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aaliyah ini memang dalam posisin liburan sekolah.
Namun, sepinya pondok pesantren yang juga memiliki fungsi panti asuhan ini, juga disebabkan oleh dampak adanya virus corona. Seperti diketahui bersama, selama pandemi corona ini, Pemerintah mengambil kebijakan untuk meliburkan aktivitas sekolah.
Muyassir Arif, pengasuh Pondok Pesantren Panti Asuhan Darul Istiqamah mengatakan, khusus untuk hunian asrama, selama pandemi corona ini pihaknya membatasi dengan hanya memperbolehkan 50 persen jumlah kamar yang bisa terisi.
Menurut Muyassir, anak-anak yang masih memiliki keluarga atau orang tua, diminta untuk tidak kembali dulu ke asrama selama ada pemberitahuan lebih lanjut, untuk mencegah kepadatan penghuni asrama di pesantren.
"Jadi untuk yang masih memiliki orang tua dan rumahnya dekat dari Manado, santrinya kita suruh pulang dulu kecuali ada alasan lain. Sementara, yang ada di asrama itu hanya yang jauh tempat tinggalnya," kata Muyassir yang juga Ketua Forum Ukhuwah antar Pondok Pesantren se Sulawesi Utara ini.
Menurut Muyassir, pondok pesantren yang kini mengasuh 170-an santri ini, belum mengetahui kapan memulai aktivitas belajar-mengajar pada tahun ajaran baru ini. Pasalnya, jika disesuaikan dengan kalender pendidikan, seharusnya 13 Juli sudah dimulai tahapan sekolah.
"Tapi, kami menunggu dulu instruksi pemerintah. Untuk saat ini pelajaran-pelajaran ilmu agama sudah dimulai, tapi untuk membuka asrama kami belum," katanya kembali.
isa anshar jusuf
