Konten Media Partner

Rakor Pelayaran-Keselamatan Penumpang Kapal, Ini Poin Rekomendasi yang Dibuat

Manado Baciritaverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Rapat Koordinasi (Rakor) tentang Pelayaran dan Keselamatan Penumpang Kapal.
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Rapat Koordinasi (Rakor) tentang Pelayaran dan Keselamatan Penumpang Kapal.

MANADO - Direktorat Polairud Polda Sulawesi Utara (Sulut), menginisiasi pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) tentang Pelayaran dan Keselamatan Penumpang Kapal, untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tak diinginkan selama perjalanan di laut.

Bertempat di ruang rapat KSOP Kota Manado, rakor ini dihadiri oleh KSOP, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Bea Cukai, Pelindo, Basarnas Manado, BKK Kelas I, Polsek Kawasan Pelabuhan hingga BKHIT Sulut.

kumparan post embed

Pada rakor tersebut, para peserta membahas tentang peningkatan koordinasi antar instansi terkait keselamatan penumpang dan pelayaran kapal, tindakan pengecekan penumpang dan barang sebelum keberangkatan kapal, dan juga pengawasan terhadap muatan, manifes penumpang, dan alat keselamatan.

Selain itu, ada juga membahas mengenai pengendalian peredaran minuman beralkohol di atas kapal, dan pelaksanaan edukasi serta pelatihan keselamatan bagi ABK serta penumpang.

Direktur Ditpolairud Polda Sulut, Kombes Pol Eko Wimpiyanto Hardjito, dalam keterangannya mengatakan jika ada beberapa rekomendasi yang didapatkan pada rakor tersebut.

Dijelaskan Eko, rekomendasi yang dihasilkan di antaranya:

  • Keberangkatan kapal hanya diizinkan oleh KSOP setelah pemeriksaan penumpang dan barang selesai.

  • Setiap penumpang termasuk anak-anak wajib masuk manifes.

  • Alat keselamatan harus tersedia untuk semua penumpang tanpa terkecuali

  • Peredaran barang terlarang seperti minuman keras lokal (Cap Tikus) harus diawasi ketat oleh Bea Cukai

  • Pelaksanaan drill keselamatan dan latihan posko darurat secara berkala bagi ABK dan petugas terkait.

"Selain itu juga akan dilakukan pengecekan oleh instansi terkait, sebelum kapal diberangkatkan ke tujuan. Dan akan dilaksanakan kegiatan pemeriksaan gabungan selama sebulan," ujar Eko kembali.