RSUP Prof Kandou, Manado, Kehabisan Tempat Tidur untuk Pasien Corona

MANADO - Ketersediaan tempat tidur untuk merawat pasien terkonfimasi COVID-19 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof DR RD Kandou, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), saat ini sudah tidak ada lagi alias penuh.
Membludaknya jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit tersebut, diakibatkan karena banyaknya rujukan dari Rumah Sakit lain di wilayah Sulut.
Direktur RSUP Prof DR RD Kandou, Jimmy Penelewen melalui dr Hanry Takasenseran mengatakan, semua pasien terkait COVID-19 dirawat di empat ruangan khusus yakni di Gedung Irina F, Nyiur, Anggrek satu dan dua.
Menurut Hanry, empat gedung yang disediakan tersebut kapasitasnya sudah tidak bisa lagi menampung pasien baru, karena ada beberapa kriteria pasien yang dirawat yakni pasien yang bergejala ringan dan juga berat.
"Gedung Irina F, Anggrek dan Nyiur 1 dan 2, saat ini semua ruangan sudah penuh. Bahkan, saat ini, sampai dengan ruangan intensifnya isolasi sudah penuh," kata Hanry.
Hanry juga mengatakan, saat ini ada beberapa pasien COVID-19 yang masih tertahan di Intaslasi Gawat Darurat (IGD).
"Sudah penuh semua. Sehingga, ada pasien yang kategori sedang berat ini, masih tertahan di Intaslasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Kandou. Mau dipindahkan di ruang isolasi F lantai dua, tapi kondisi mereka tidak bisa jalan," ujarnya.
Hanry sendiri mengatakan semua pasien yang dirawat di RSUP Prof DR RD Kandou Manado, harus mengikuti pedoman dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sehingga tempat yang digunakan harus disesuaikan dengan kebutuhan pasien.
"Kami memenuhi semua standar yang ditetapkan oleh Kemenkes. Untuk itu, kami sedikit kewalahan, karena adanya lonjakan pasien COVID-19. Tenaga kesehatan yang tersedia juga harus lebih ekstra kerja keras, karena harus memberikan pelayanan yang prima," kata Hanry kembali.
febry kodongan
