Sarang Burung Walet di Sulut Berkualitas Ekspor Tapi Tak Punya Tempat Pemrosesan
·waktu baca 2 menit

MANADO - Sarang burung walet asal Sulawesi Utara (Sulut) sudah memiliki kualitas ekspor. Sayangnya, karena tak memiliki tempat pemrosesan, akhirnya salah satu komoditas unggulan ini hanya dijual ke kota besar di Indonesia yang memiliki tempat pemrosesan lanjut.
Adapun daerah yang jadi tujuan penjualan sarang burung walet asal Sulut adalah Jakarta dan Surabaya. Di daerah tersebut, sarang burung walet yang masih dalam bentuk RAW diproses lebih lanjut dan diekspor ke negara-negara tujuan.
"Sarang burung walet asal Sulut memiliki kualitas ekspor, hanya masih berbentuk RAW sehingga perlu diolah lebih lanjut di daerah lain," kata Kepala Karantina Pertanian Manado, Donny Muksidayan, Selasa (29/3).
Donny mengatakan, tempat pemrosesan sarang burung walet kebanyakan ada di Jawa, sehingga hasil dari Sulut masih harus dijual lintas daerah untuk kemudian diolah kembali, sebelum dinyatakan layak untuk diekspor ke luar negeri.
“Harapan kami, dengan mengekspose potensi sarang burung walet Sulut, dapat menarik para investor agar mau berinvestasi di sini. Katakanlah investor tersebut membangun tempat pemrosesan agar nilai jual dari produk meningkat hingga tiga kali lipat sehingga dapat menjadi penopang baru dalam membangun sektor perekonomian daerah Sulut," kata Donny.
Dari catatan Karantina Pertanian Manado pada triwulan pertama tahun 2022, sebanyak 5,1 ton komoditas sarang burung walet asal Sulut yang masih dalam bentuk RAW telah dilalulintaskan antar area ke kota-kota besar, dengan nilai ekonomi mencapai Rp. 21,7 miliar.
Sementara, Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang, menyebutkan eksportasi komoditas pertanian di 2022 ini akan semakin meningkat dibandingkan tahun lalu, sesuai dengan tujuan Gerakan Ekspor Komoditas Pertanian Tiga Kali Lipat (Gratieks).
"Untuk itu kita harus melakukan terobosan untuk akselerasinya," kata Bambang kembali.
manadobacirita
