Konten Media Partner

Selain Tolak Kenaikan Harga BBM, Ini 6 Tuntutan Aksi Mahasiswa di Manado

Manado Baciritaverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ratusan mahasiswa di Manado dijaga kepolisian saat menggelar aksi penolakan kenaikan harga BBM di depan kantor DPRD Sulawesi Utara. Aksi mahasiswa kali ini dilakukan di bawah guyuran hujan lebat.
zoom-in-whitePerbesar
Ratusan mahasiswa di Manado dijaga kepolisian saat menggelar aksi penolakan kenaikan harga BBM di depan kantor DPRD Sulawesi Utara. Aksi mahasiswa kali ini dilakukan di bawah guyuran hujan lebat.

MANADO - Diguyur hujan lebat, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok barisan Cipayung Plus Kota Manado, tetap menggelar aksi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di depan gedung DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (6/7) kemarin.

Sebelumnya massa aksi menggelar long march dari Taman Makam Pahlawan hingga ke depan gedung DPRD Sulut. Mereka juga membagikan selebaran berisikan tuntutan dari aksi aliansi Cipayung plus tersebut.

Aksi di bawah guyuran hujan lebat ini sendiri sempat diwarnai saling dorong antara mahasiswa dan pihak kepolisian yang tak mengizinkan para mahasiswa masuk ke dalam area gedung DPRD Sulut. Namun, akhirnya disepakati jika diskusi akan dilakukan di halaman depan DPRD Sulut.

Dalam orasinya, mahasiswa menyebut jika pemerintah harus mencabut kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi karena tidak ada instrumen jelas dan layak untuk mencabut subsidi BBM terutama jenis Pertalite dan Solar.

Mahasiswa justru meminta agar pemerintah melalui pertamina melakukan pengawasan ketat terhadap mafia migas yang selama ini menggerogoti BBM subsidi untuk keuntungan mereka semata.

"Jika Pemerintah mengkampanyekan BBM subsidi digunakan oleh orang kaya, maka yang diatur dan diawasi itu adalah penyalurannya bukan subsidi yang dicabut. Jangan membakar seluruh gudang hanya karena ada beberapa tikus di dalamnya," ujar Riswan, salah satu orator.

Sementara, selain tuntutan penolakan kebijakan menaikkan harga BBM subsidi, aksi mahasiswa kali ini membawa enam isu di antaranya:

  1. Mendesak pemerintah mencabut kebijakan kenaikan harga BBM Bersubsidi

  2. Menindak tegas mafia tambang dan migas

  3. Menolak pasal-pasal yang bermasalah di RUU KUHP

  4. Meminta pemerintah melakukan transparansi dan optimalisasi pajak negara

  5. Mendesak pemerintah untuk memberikan sanksi terhadap perguruan tinggi yang tidak menerapkan Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021

  6. Mendesak Polda Sulut untuk meningkatkan Kamtibmas di Sulut dan penyelesaian tugas secara tegas, adil dan sesuai prosedur.

Adapun kelompok aliansi cipayung plus ini terdiri dari 5 organisasi di antaranya PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Cabang Manado, HMI (Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia) Cabang Manado, GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) Cabang Manado, PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) Cabang Manado dan LMND (Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi) Sulawesi Utara.

manadobacirita