Seorang Nelayan Dianiaya Hingga Meninggal, Pelaku Kini Diamankan Polresta Manado
·waktu baca 2 menit

MANADO - Seorang pria di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), berinisial RM (29), warga Kecamatan Tuminting, meninggal dunia usai dianiaya oleh dua orang nelayan masing-masing BSA (28) dan FM (25), warga yang sama dengan korban.
Peristiwa yang terjadi di kompleks pelelangan ikan Tumumpa 2 pada Minggu (19/10), berawal ketika korban yang juga berprofesi sebagai nelayan, diduga dalam kondisi mabuk, berteriak di lokasi pelelangan ikan. Warga setempat awalnya menegur korban untuk pulang.
Namun, korban tak memedulikan itu dan terus saja berjalan di area pelelangan ikan sembari berteriak. Saat itu, korban akhirnya bertemu dengan BSA dan FM yang akhirnya menyerang korban.
Kasi Humas Polresta Manado, Iptu Agus Haryono, dalam keterangannya, menyebutkan perkelahian terjadi, di mana para pelaku sempat menggunakan dodutu rica (sebutan untuk kayu alu penumbuk) untuk memukul korban. Namun, pukulan itu berhasil dihindari.
"Korban kemudian melarikan diri dengan terjun ke laut,” kata Iptu Agus Haryono.
Melihat korban yang terjun ke laut, salah satu pelaku ikut terjun ke air dan terlibat perkelahian dengan korban di dalam air. Sementara rekan pelaku yang berada di darat melempar paving ke arah korban. Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berenang, namun akhirnya tenggelam dan ditemukan meninggal dunia tak lama kemudian.
Sementara itu, keluarga korban yang mendapat kabar tentang korban yang sudah berada di rumah sakit dalam kondisi tidak bernyawa langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
Menurut Iptu Agus, Tim Alpha Resmob Polresta Manado yang menerima laporan langsung bergerak menuju Polsek Tuminting dan mengamankan kedua pelaku beserta barang bukti berupa sebatang kayu yang digunakan dalam penganiayaan.
"Dari hasil interogasi awal, kedua pelaku mengakui perbuatannya. Kini, keduanya telah dibawa ke Polresta Manado untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Iptu Agus.
“Kami juga memastikan akan mendalami motif serta peran masing-masing pelaku dalam peristiwa tersebut,” ujarnya lagi.
