Konten Media Partner

Sitaro Jadi Daerah Kedua Tertinggi Capaian Partisipasi Sensus Penduduk Online

Manado Baciritaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati dan Wakil Bupati Sitaro, Evangelian Sasingen-John Palandung mensosialisasikan pelaksanaan Sensus Penduduk Online tahun 2020
zoom-in-whitePerbesar
Bupati dan Wakil Bupati Sitaro, Evangelian Sasingen-John Palandung mensosialisasikan pelaksanaan Sensus Penduduk Online tahun 2020

SITARO - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Raymond Kodoati mengatakan jika kabupaten ini memiliki tingkat pencapaian partisipasi Sensus Penduduk Online (SPO) yang cukup tinggi.

Dikatakan Kodoati, Kabupaten Sitaro berhasil mencapai angka 55 persen Sensus Penduduk Online, dimana angka ini ada di peringkat kedua tertinggi dari seluruh Kabupaten dan Kota yang ada di Sulawesi Utara.

Hal ini merupakan bukti jika daerah dengan sebuta daerah 47 pulau ini sangat taat dan patuh terhadap program pemerintah. Selain itu, kesadaran masyarakat akan pentingnya pendataan juga tergolong tinggi dibandingkan daerah lainnya.

"Saya menyampaikan banyak terimakasih atas dukungan dan partisipasinya. Walaupun di daerah masih terdapat area blank spot, namun warga sangat antusias terhadap program sensus penduduk secara online ini," kata Kodoati.

Tak hanya itu, Kodoati juga mengaku j ika dukungan dari pemerintah dalam bentuk sosialisasi secara berjenjang ke pemerintah kecamatan, pemerintah kampung dan kelurahan yang dilakukan, menjadi indikator tingginya angka partisipasi warga tersebut.

"Karena sebelum sosialisasi langsung dari pemerintah daerah, terlebih langsung oleh Ibu Bupati Evangelian Sasingen, tingkat partisipasi warga tergolong rendah. Namun setelah sosialisasi, terlihat terjadi peningkatkan singnifikan. Hasil evaluasi kami, sosialisasi pemerintah daerah memberi dampak yang sangat besar terhadap tingkat kepatuhan warga," katanya.

Sementara itu, untuk penduduk yang belum berpartisipasi pada Sensus Penduduk secaran online, akan didata pada bulan September mendatang secara manual. Namun dengan skema pendataan baru, yang sudah di modifikasi. Hal ini dilakukan menyesuaikan dengan kondisi saat ini tengah terjadi penyebaran virus corona.

"Untuk skema pendataan tersebut, yakni nanti akan ada petugas sensus menyampaikan kuesioner langsung ke rumah warga, untuk kemudian diisi secara mandiri" kata Kodoati kembali.

franky salindeho