Staf Dosen di Unima Minahasa Tewas di Kos, Diduga Ditikam Pacar Sendiri
ยทwaktu baca 2 menit

MINAHASA - Vendy Rompas, seorang staf dosen di Universitas Negeri Manado (Unima) yang ada di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), tewas di kos-kosan, setelah diduga ditikam oleh JP yang merupakan pacarnya sendiri.
Kapolres Minahasa, AKBP Ketut Suryana, melalui Kasat Reskrim, AKP Hesly Hinonaung membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan Hesly, terduga pelaku kini sudah diamankan di Polres Minahasa untuk diperiksa lebih lanjut.
"Masih pendalaman oleh penyidik. Untuk terduga pelaku JP telah diamankan di Polres Minahasa. Sementara, korban meninggal karena tusukan di dada bawah kiri. Motif masih pendalaman," kata Hesly, Rabu (6/12) sore ini.
Sementara itu, informasi dirangkum, kejadian berawal ketika korban Vendy Rompas, pulau ke kos di Kelurahan Tataaran, Kabupaten Minahasa, usai menghadiri pemakaman temannya di Desa Toulian Kakas pada Senin (4/12) sekitar pukul 16.00 Wita.
Saat itu, korban pulang dalam kondisi sudah menenggak minuman keras (miras). Rupanya pacarnya JP tak suka dengan korban yang pulang dalam keadaan sudah meminum miras. Terjadilah pertengkaran terkait hal itu.
Pertengkaran sempat mereda. Namun, saat korban meminta makan dari JP, dengan nada ketus, pacarnya itu menjawab agar korban lebih baik cari makan dengan teman-teman yang minum miras bersama.
Masih berdasarkan informasi yang didapatkan, kedua pasangan ini kembali bertengkar yang berujung korban mendorong JP di bagian leher hingga jatuh, diikuti dengan melemparkan beberapa barang ke arah dinding.
Merasa takut, JP akhirnya mengambil pisau dan mengancam korban agar tidak mendekat kepadanya. Sayangnya, korban malah terus maju dan mendekati ujung pisau yang dipegang JP. Diduga, saat korban yang terus-terusan maju itu langsung terkena pisau yang dipegang oleh JP.
Benar saja, saat JP menarik pisau yang dipegangnya, ternyata memang sudah menancap di dada korban. Korban sempat berjalan ke depan kamar kos, tapi langsung terjatuh.
Pada saat korban terjatuh, JP sempat berteriak meminta pertolongan. Selang beberapa saat ada orang yang datang dan menolong korban untuk dibawa ke Rumah Sakit Umum Dr. Samratulangi Tondano. Namun sayang, nyawa korban tak bisa lagi ditolong.
febry kodongan
