Tersangka Pembunuhan Sadis di Minahasa Minum 60 Sachet Obat Batuk Saat Membunuh

Konten Media Partner
17 Mei 2022 19:11 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tersangka pembunuhan sadis di Minahasa, saat memperagakan adegan meminum obat batu sachet dalam rekonstruksi adegan yang digelar oleh Polres Minahasa.
zoom-in-whitePerbesar
Tersangka pembunuhan sadis di Minahasa, saat memperagakan adegan meminum obat batu sachet dalam rekonstruksi adegan yang digelar oleh Polres Minahasa.
ADVERTISEMENT
MINAHASA - RK (31) alias Rico alias Coco, tersangka pembunuhan sadis di Minahasa, telah mengkonsumsi 60 sachet obat batuk sebelum dirinya membunuh temannya sendiri HM (49), di Salon Lisa, Wawalintoan Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, Jumat (29/4) lalu.
ADVERTISEMENT
Hal ini terungkap pada rekonstruksi yang digelar oleh Polres Minahasa, Selasa (17/5) hari ini. Dalam rekonstruksi yang berisi 41 adegan itu, terungkap jika tersangka mengkonsumsi obat batuk sachet dalam dua periode, yakni 30 pada satu kesempatan dan kembali menambah 30 sachet kemudian.
"Tersangka mengkonsumsi obat batuk cair sebanyak 30 sachet awalnya. Kemudian, pada pukul 03.00 Wita sebelum melakukan pembunuhan, kembali mengkonsumsi obat batuk cair sebanyak 30 sachet lagi. Total 60 sachet," kata Kasat Reskrim Polres Minahasa, Edy Susanto.
Setelah mabuk obat batuk, sekitar pukul 05.30 Wita, mengambil martil atau palu di dalam lemari yang ada di luar kamar. Setelah itu tersangka masuk kembali ke dalam kamar dan duduk di dekat korban.
ADVERTISEMENT
Memastikan korban dalam keadaan tertidur, tersangka kemudian memukulkan martil ke bagian kepala korban sebanyak tiga kali. Setelah memukul korban, tersangka terpikirkan untuk menutup pintu kamar agar aksinya tidak terlihat orang lain.
Selepas itu, tersangka kembali memukul bagian wajah korban dengan menggunakan martil hingga berkali-kali. Tak puas, tersangka yang melihat korban masih bergerak, kemudian mengambil gunting dan menikamkan gunting tersebut di bagian kepala, wajah sampai di dalam mulut korban berkali-kali.
Tak sampai disitu saja, korban yang terlihat masih bergerak, membuat tersangka bergegas mengambil pisau di dapur dan kemudian mengiris perut korban berkali-kali sampai perut korban terluka dan menembus bagian dalam tubuh korban.
Setelah itu, korban memasukan tangannya ke dalam tubuh korban dan mencari letak jantung. Setelah berhasil dipegang, tersangka meremasnya.
ADVERTISEMENT
"Untuk peremasan jantung terjadi pada adengan 34. Tarik jantung dan masukkan lagi. Kemudian menusuk jantung dua kali," ujar Kasat Reskrim Polres Minahasa, Edy Susanto.
Sekadar diinformasikan, dalam video yang viral saat polisi melakukan interogasi terhadap tersangka RK alias Rico alias Coco, dia mengaku mendapatkan bisikan dari roh yang mengaku Tuhan untuk membunuh korban agar iblis mati.
"Ada yang bisik kepada saya roh halus. Yang berbisik itu bilang dia Tuhan Yesus dan harus membunuh korban agar iblis yang ada mati," tutur tersangka dalam video yang viral di akhir April 2022 tersebut.
anes tumengkol