Uang Nasabah Raib Misterius, ATM BSG Diserbu Warga untuk Cek Saldo
·waktu baca 2 menit

MANADO - Nasabah Bank SulutGo (BSG) menyerbu sejumlah ATM untuk melakukan cek saldo rekening mereka. Hal ini dikarenakan adanya kasus hilangnya uang nasabah dari rekening secara misterius.
Angga, salah satu nasabah mengaku dirinya langsung menuju ke ATM BSG untuk melakukan pengecekan saldo, setelah mengetahui adanya kejadian hilangnya uang dari rekening.
"Pas tiba di ATM, sudah banyak yang antre. Semua sama hanya datang untuk cek saldo. Tapi beruntung saya tak alami kecurian," kata Angga.
Sama halnya dengan Anshar. Menurutnya, sejak Sabtu (2/7) pagi ada gangguan pada aplikasi BSG mobile, sehingga dirinya memilih untuk melakukan pengecekan saldo di ATM
"Sempat panik, karena aplikasi mobile juga tidak bisa. Jadi datang ke ATM untuk cek. Takut juga karena uangnya hanya sedikit kalau raib kan susah jadinya," kata Anshar.
Sementara, kejadian raibnya uang nasabah dari rekening BSG terjadi pada Jumat (1/7) lalu. Di mana para nasabah baru mengetahui jika rekening mereka dibobol setelah melakukan penarikan di ATM. Para nasabah mengaku jumlah uang yang raib berkisar di angka Rp 5 juta hingga Rp 15 juta.
Pimpinan Departemen PR BSG, Heince Rumende saat dikonfirmasi mengatakan jika pihak BSG langsung bergerak cepat setelah mendapatkan laporan adanya rekening nasabah yang dibobol.
Menurut Heince, Direktur Utama BSG, Revino Pepah langsung menginstruksikan agar departemen yang berhubungan dengan persoalan ini fokus menangani persoalan yang diduga kuat adalah kejahatan skimming tersebut.
“Dirut tak mau ada nasabah yang melapor kejadian ini menunggu lama pengembalian uang mereka yang dicuri. Yang melapor langsung kita ganti dananya. Perintah Dirut harus gerak cepat membantu nasabah," kata Heince.
Tak hanya itu, Heince juga mengungkapkan jika seluruh mesin ATM milik BSG langsung dilakukan pemeriksaan termasuk ruangan tempat ATM berada.
"Kami mengimbau agar nasabah selalu berhati-hati dalam bertransaksi. Kami juga selaku pihak bank akan melakukan antisipasi dengan melakukan pengamanan sistem yang lebih maksimal lagi," ujarnya kembali.
febry kodongan
