Viral Kepsek dan Guru MTS Kotamobagu Bikin Ricuh Rumah Duka Siswa yang Meninggal

KOTAMOBAGU - Sebuah video yang menunjukkan telah terjadi keributan di rumah duka siswa Madrasah Tsanawiyah (MTS) yang meninggal karena dianiaya 9 siswa lainnya, viral di media sosial. Sudah ribuan kali video itu dibagikan.
Dalam keterangan di video itu, disebutkan keributan dipicu oleh kedatangan Kepala Sekolah MTS Kotamobagu bersama sejumlah guru dan pegawai ke rumah duka, bukan untuk menyampaikan ungkapan belasungkawa, melainkan hanya untuk klarifikasi jika kejadian penganiayaan bukan terjadi di sekolah.
Sontak hal tersebut membuat keluarga dan para pelayat menjadi marah dan mengusir kepala MTS serta para pegawai sekolah tersebut, karena dianggap tak punya nurani, etika dan simpati atas kejadian yang menimpa keluarga yang tengah berduka.
"Ibu kepsek yg Terhormat..
ibu nd lia ini dpe org tua p keadaan kong ibu maso ddlam rumah b bilng klo nd butul smua itu apa yg terjadi...ibu bilng nd ad itu penganiyaan diskolah kong posisi ibu b bilng itu pas di muka t4 tdor mayat dg dimuka p dpe mama papa dg p dpe kluarga smua🥺 ibu p hati ada dimn kasiang 🥺🥺
(Ibu Kepsek yang terhormat. Ibu tidak lihat keadaan orang tua korban, kemudian ibu selonong masuk di dalam rumah hanya untuk bilang kalau tidak betul semua yang terjadi. Ibu bilang tidak ada penganiayaan di sekolah. Parahnya, posisi saat ibu bilang itu, tepat di depan tempat tidur mayat dan di depan ibu, papa dan semua keluarga. Kasihan, hati ibu ada dimana)," keterangan yang ditulis bersama dengan video yang dibagikan.
Sontak kejadian ini langsung ditanggapi netizen. Mereka mengutuk keras perbuatan kepala sekolah yang seharusnya lebih paham dengan perasaan orang tua yang mengalami kehilangan anaknya dengan cara tak biasa.
"Nda ada empat. Nda pantas jadi guru. #RIP_EMPATI," tulis Dewi Gita Datundugon di kolom komentar.
"Astagfirullah ibu kep..cukup dtg melayat dulu klu memang niat berbagi duka.. Bukan d p wktu mo dtg kase pembelaan.. Nda pas dgn keadaan kasiang Hmmmm🥹🥹🥹," tulis Itha Tegela.
Sekadar diinformasikan, seorang siswa MTS Kotamobagu meninggal dunia disebutkan jadi korban Bullying oleh 9 orang rekannya saat hendak mengambil wudu untuk salat di musala sekolah.
Sempat dirawat selama beberapa hari di rumah sakit, akhirnya siswa itu meninggal di RSUP Prof Kandouw Malalayang, Kota Manado.
Sementara, Kapolres Kotamobagu, AKBP Irham Halid yang dihubungi memastikan jika kasus tersebut bukan bullying melainkan penganiayaan yang dilakukan terhadap korban oleh para pelaku yang diduga rekan sesama siswa.
"Itu penganiayaan bukan bullying. Jadi jangan salah," kata Irham, Senin (13/6).
manadobacirita
