Konten Media Partner

Viral! Sopir Truk Dianiaya Hingga Berdarah Usai Tegur Penimbunan Solar di Mitra

Manado Baciritaverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kolase rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi penganiayaan dan kondisi korban yang berdarah di bagian kepala akibat dipukul menggunakan benda diduga besi. (foto: tangkapan layar video akun facebook Jheky)
zoom-in-whitePerbesar
Kolase rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi penganiayaan dan kondisi korban yang berdarah di bagian kepala akibat dipukul menggunakan benda diduga besi. (foto: tangkapan layar video akun facebook Jheky)

RATAHAN - Seorang sopir truk yang menegur aksi penimbunan solar yang terjadi di SPBU Tombatu, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), harus menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oknum diduga mafia solar di lokasi itu.

Sopir truk berinisial JT alias Jheky diserang dari belakang oleh oknum diduga mafia solar menggunakan alat yang diduga besi. Akibatnya kepala korban alami pendarahan dan harus mendapatkan jahitan. Selain itu, pelipisnya juga alami luka.

kumparan post embed

Aksi penganiayaan oleh oknum diduga mafia solar ini kemudian viral di media sosial. Korban JT alias Jheky, mengunggah sejumlah video penyerangan yang terjadi kepadanya.

Selain itu, dia juga mengunggah video mobil penimbun solar yang sempat ditegurnya tersebut. Di video itu, mobil minibus milik oknum diduga mafia solar tersebut telah dimodifikasi, di mana di dalam mobil sudah ada bak besar penampung solar.

Kasus ini sendiri semakin memperkuat dugaan adanya mafia solar yang mengakibatkan terjadinya kelangkaan solar di Sulut. Hal ini sudah diungkap saat para sopir truk melakukan demo di kantor DPRD Sulut.

Para sopir ini menyebutkan jika kondisi kelangkaan solar hingga menyebabkan antrean panjang di SPBU, diduga kuat akibat mafia solar.

"Modus para mafia ini diduga bermain dengan petugas SPBU. Selain itu, satu kendaraan atau satu sopir itu memiliki lebih dari satu barcode yang digunakan untuk mengisi solar. Ini yang menyebabkan solar bersubsidi tidak tepat sasaran di Sulut," kata para sopir yang menggelar demo.

Sementara itu, Kapolres Minahasa Tenggara, AKBP Handoko Sanjaya, menyebutkan jika kasus penganiayaan yang dialami oleh JT alias Jheky telah ditangani pihaknya.

"Untuk kasus (penganiayaan) sudah ditangani Polres Mitra," ujar Kapolres singkat.