Konten Media Partner

Viral Warga Minahasa Minta Pulang, Pria Asal Manado Ini Malah Mau ke Kamboja

Manado Baciritaverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pria asal Kota Manado yang akan menuju Kamboja, berhasil dicegat di Bandara Sam Ratulangi, (foto: istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pria asal Kota Manado yang akan menuju Kamboja, berhasil dicegat di Bandara Sam Ratulangi, (foto: istimewa)

MANADO - Di saat sedang viral sejumlah warga Minahasa meminta bantuan pemerintah untuk dipulangkan dari Kamboja, seorang pria asal Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), malah mau ke Kamboja untuk bekerja menjadi scammer.

Pria berinisial JM, warga Kelurahan Sario Utara, Kecamatan Sario ini, sudah akan naik pesawat di Bandara Sam Ratulangi, sebelum akhirnya dicegat oleh pihak kepolisian, usai mendapatkan laporan tentang keberangkatan pria tersebut ke Jakarta sebelum bertolak ke Kamboja.

kumparan post embed

Gerak cepat Polsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi, akhirnya berhasil mencegah pria tersebut ke Kamboja. Adapun aksi ini terjadi pada Kamis (16/10) lalu.

Kapolsek Kawasan Bandara, Ipda Masry, mengatakan jika usai mencegat pria berusia 22 tahun itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan BP3MI Sulut untuk dilakukan pembinaan.

Sementara itu, menurut Ipda Masry, dari hasil interogasi diketahui, jika pria itu direkrut oleh seorang perempuan berinisial P, yang saat ini berada di Kamboja.

"Komunikasi mereka lewat WhatsApp. Pelaku menjanjikan pekerjaan dengan gaji Rp 13 juta per bulan, serta menanggung seluruh biaya tiket dan akomodasi," ujar Ipda Masry.

Menurut Ipda Masry, JM yang berhasil dicegat, kemudian diberi edukasi oleh kepolisian dan BP3MI, yang menjelaskan bahwa tidak ada kerja sama penempatan Pekerja Migran ke negara-negara seperti Kamboja, Thailand, Myanmar, dan Vietnam.

Untuk itu, JM bisa saja akan dijadikan korban dari sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), yang tentunya akan alami kesulitan di negara tujuannya.

"Pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan BP3MI untuk proses perlindungan warga Sulawesi Utara dari jaringan TPPO ini," ujarnya kembali.