Konten Media Partner

Warga Sitaro Desak Satgas Isolasi Oknum Diduga Kerabat Aparat Pelaku Perjalanan

Manado Baciritaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemeriksaan penumpang yang tiba di Pelabuhan Siau, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara
zoom-in-whitePerbesar
Pemeriksaan penumpang yang tiba di Pelabuhan Siau, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara

SITARO - Bupati Kabupaten Siau Tagulandang Biaro, Evangelian Sasingen secara tegas meminta kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), untuk tidak membeda-bedakan perlakuan standar prosedur orang yang tiba di kabupaten Sitaro dari daerah transmisi lokal.

Hal ini disebabkan, adanya laporan dari masyarakat yang menyebutkan adanya seorang oknum yang diduga merupakan kerabat dari aparat kepolisian di daerah tersebut, tidak menjalankan prosedur isolasi di rumah singgah, padahal dirinya baru tiba dari Kota Manado yang sudah ditetapkan sebagai daerah transmisi lokal penyebaran COVID-19.

"Saya tegaskan semua orang yang datang ke Sitaro itu sama, semua harus diisolasi di rumah singgah. Tidak ada pembedaan. Ini penting karena menyangkut kesehatan semua masyarakat. Jangan hanya satu atau dua orang dan keselamatan banyak orang terancam," kata Sasingen.

Sementara, anggota Gugus Tugas COVID-19 Sitaro, Richard Sasombo mengatakan, sampai saat ini tim di lapangan terus melakukan koordinasi terkait penjemputan pelaku perjalanan untuk ditempatkan di rumah singgah.

"Sementara koordinasi, sudah pasti kami akan menjemput yang bersangkutan untuk ditempatkan di rumah singgah," ujar Sasombo.

Sebelumnya, masyarakat dibuat khawatir karena ada seorang pelaku perjalanan dari Kota Manado yang baru tiba di Sitaro, tapi tak menjalani proses isolasi 14 hari di rumah singgah. Menurut masyarakat, oknum tersebut diduga adalah kerabat dari salah satu aparat yang bertugas di Kepolisian Resort Sitaro.

Masyarakat merasa khawatir, karena adanya ketakutan oknum tersebut menjadi carrier virus corona karena berasal dari daerah transmisi kota Manado. Masyarakat juga mengatakan jika ada perlakuan berbeda untuk orang-orang tertentu seperti oknum tersebut.

"Kami masyarakat selalu berupaya mendukung semua anjuran dari pemerintah daerah terkait mengantisipasi penyebaran virus corona ini. Maka dari itu, kami berharap tindakan dari pemerintah daerah tidak ada yang membeda-bedakan. Untuk itu kami minta ada tindakan tegas," kata Samuri mewakili warga.

Sekadar diinformasikan, hingga saat ini Kabupaten Kepulauan Sitaro menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Utara yang belum ada temuan kasus positif COVID-19. Hal inilah yang membuat masyarakat begitu berhati-hati agar daerah tersebut tetap nihil kasus, termasuk membuat rumah singgah di desa masing-masing.

franky salindeho