Konten Media Partner

Warga Teep Minahasa Selatan Kecewa Ada Hoax Soal Kerusakan Mangrove

Manado Baciritaverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mangrove di Desa Teep, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan
zoom-in-whitePerbesar
Mangrove di Desa Teep, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan

MINSEL - Isu mengenai adanya kerusakan Mangrove di Desa Teep, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), dikeluhkan warga desa tersebut.

Warga memastikan hal itu sebagai hoax yang disebarkan untuk membuat situasi tidak kondusif di daerah itu.

Pejabat Hukum Tua Desa Teep, Elisabeth Pangkey memastikan selama dia menjabat belum ada kerusakan Mangrove yang terjadi.

"Tidak ada laporan warga jika ada kerusakan Mangrove di aliran sungai Liwason. Memang saya masih baru menjabat di desa ini, namun tidak ada laporan soal ini," kata Elisabeth.

Sementara, Kepala Jaga 7 Desa Teep, Orien Sorongan saat dijumpai wartawan di kediamannya mengatakan tidak ada Mangrove yang rusak di wilayahnya.

"Yang saya amati tidak ada kerusakan Mangrove di muara sungai Liwason, berita itu tidaklah benar, itu Hoax," ujar Orien.

Dulunya selain bau menurut Orien, sungai Liwason sempat kering karena adanya limbah perusahaan.

"Namun saat ini perusahaan yang berada di dekat Sungai Liwason yang saya tau sudah membuat penampungan limbah yang besar dan mengolah limbah sebelum dibuang ke sungai," kata Orien lagi.

Tamura