Konten dari Pengguna

Metode Fonetik: Jurus Jitu Anak Gemar Membaca

Manda Septina

Manda Septina

Transformation Officer at Save The Children Indonesia

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Manda Septina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Belajar membaca dengan metode fonik. Sumber : freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Belajar membaca dengan metode fonik. Sumber : freepik.com

Saat ini, metode fonetik menjadi perbincangan hangat di dunia pendidikan maupun parenting. Metode pembelajaran ini lebih condong menekankan pada simbol huruf diiringi dengan bunyinya. Untuk bisa memahami serta mengaplikasikannya dalam kehidupan belajar anak, perlu adanya penguasaan teknik serta strategi matang oleh orang tua/guru. Intinya, sebelum terjun belajar bareng anak, orang tua/guru harus belajar lebih dahulu.

Apa sih yang membedakan metode fonetik dengan metode belajar membaca seperti biasanya?

Metode fonetik sebagai jurus jitu untuk anak-anak lebih mudah mengeja, bahkan membaca. Metode ini dinilai lebih ampuh daripada cara tradisional. Jika cara tradisional lebih fokus terhadap pengelompokan, antara belajar huruf dengan membaca maka hal tersebut akan memakan waktu yang cukup lama untuk anak bisa memiliki kemampuan untuk membaca. Sedangkan, metode fonetik lebih fokus pada bunyi dari huruf tersebut. Ada beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mulai menerapkan metode fonetik pada anak, di antaranya :

  1. Memperkenalkan bunyi huruf yang diajarkan, atau bisa dengan menyuarakan bunyi huruf dengan jelas beberapa kali. Misalnya ‘a’ dibunyikan ‘aa..’, ‘t’-‘teh’, ‘s’-‘ss’, ‘z’-‘zz...’, ‘b’- ‘beh’

  2. Perlu untuk menanyakan kembali pada anak, bunyi yang telah ia dengar. Kemudian, mencoba sang anak membunyikan bunyi huruf tersebut dengan benar. Lakukan secara berulang.

  3. Lakukan hal serupa sambil memperkenalkan simbol atau huruf yang hendak diajarkan.

  4. Cobalah untuk meminta sang anak membunyikan kembali bunyi huruf satu per satu.

Dari empat langkah di atas tersebut, sang anak akan mulai mengenali, menangkap akan bunyi dari huruf-huruf yang diajarkan. Nah, apabila sang anak sudah mulai hafal terhadap bunyi dari satu per satu huruf, maka kita sebagai orang tua/guru/kakak bisa mulai mencoba untuk menggabungkan dengan bunyi huruf lain, sehingga membentuk suku kata dan kata-kata.

Fungsi dari Metode Fonetik:

  1. Mempertajam dan memperjelas proses penerimaan informasi, dari orang tua/guru kepada sang anak, sehingga proses belajar juga akan lebih lancar.

  2. Meningkatkan kemampuan anak dalam belajar membaca.

  3. Menjadikan anak lebih aktif dan semangat selama beraktivitas bermain dan belajar.

Namun, perlu kita ketahui juga bahwa setiap metode pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada anak yang lebih mudah memahami sesuatu dari bunyinya (audio), ada anak yang lebih suka belajar saat melihat gambar (visual), dan ada juga anak yang lebih mudah menangkap sesuatu saat dirinya harus bergerak aktif (kinetetis/motorik).

Maka dari itu sebagai orang tua/guru/kakak, perlu untuk mengkombinasikan beberapa langkah yang harus disesuaikan juga dengan kemampuan sang anak, karena kemampuan masing-masing anak berbeda-beda.

Selamat mencoba!