Konten dari Pengguna

Puisi: Diam Atau Diam

Darkim bin Arsabesari

Darkim bin Arsabesari

menyukai sastra, peduli masalah sosial, politik, dan keadilan. menjadikan keluarga sebagai titik awal semangat kebajikan.

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Darkim bin Arsabesari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi diam/ sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi diam/ sumber: pixabay.com

Aku lebih suka diam

Mengulum kata kemudian kembali menelan ulang

Tanpa suara

Hening

Senyap

Seperti jeritan pagi memprotes surya

Aku lebih suka menuliskan perlambang

Pada batu berserakan

Antara rumahku dengan gedung dewan

Antara kampungku dan pusat kekuasaan

Menyusun deret batu

Meletakan kerikil sebagai pendahulu

Agar mereka tahu

Aku

Kami

Kamu

Hanya mampu merampungkan satu kata

Lima tahun sekali

Satu periode berlalu

Diam dan diam

Siang dan malam

Menyimpan diam sebagai persiapan

Menyulut bara sebagai perapian

Menghangatkan tenggorokan

Agar kata terakhir tak beku padam

Meski kini harus tetap diam

Urung menyampaikan pesan

Biarlah diamku di jadikan alasan

Biarlah diamku di jadikan dalil pembenar

Mereka yang memonopoli kebenaran

Diam bukan berarti tak melakukan

Rak bersuara bukan pertanda kekalahan

Akan ku tunjukan suara

Di bilik suara

Saat kami harus bersuara

Apakah suaraku masih berguna

Apakah tidak diamku meninggikan mereka

Biarkan aku kembali diam

Bukan berarti aku ingin membangkang

Diamku hanya ingin mendinginkan keadaan

Meskipun harus di akui

Aku lebih sering terdiam

#####

Baganbatu, 1 oktober 2022