Fans K-pop Yang Sangat Berlebihan

Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Jaya.
Tulisan dari Marcela Bernadet tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
"Cintai aku sebagai idolamu, bukan sebagai suamimu. Karena suatu saat nanti kalian akan menemukan laki-laki yang lebih baik dariku." -Jeon Jungkook
Pernahkah anda menemui seorang pecinta K-pop yang terlihat sangat tergila-gila dengan Idol yang digemari? Mengusahakan membeli hal yang berkaitan dengan sang idola, seperti merchandise (produk yang berkaitan dengan sang idol), event (Konser, fan-signing, fan-meeting, press-converence), album, lagu, dan juga melakukan mass voting (pemberian suara massal yang dilakukan ketika sang idola mendapat nominasi penghargaan). Bagi orang biasa itu dianggap tidak berguna, namun kebalikannya para K-popers menganggap hal itu adalah hal yang sudah biasa, bahkan hal tersebut merupakan suatu keharusan. Karena dengan melakukan hal tersebut mereka akan merasa bahagia dan lebih dekat dengan idola mereka walaupun mereka dianggap terlalu fanatik namun mereka tidak peduli.
Mari mengambil salah satu fandom (sebutan untuk kelompok penggemar yang mengidolakan grup tertentu) terbesar di dunia K-pop, yaitu BTS. BTS ini memiliki penggemar yang disebut sebagai Army, di mana penggemar mereka ini sangat loyal. Army rela menghabiskan uang mereka untuk membeli hal yang berkaitan dengan BTS. Ini tentu sangat menarik perhatian, mereka terlihat sangat tergila-gila dengan BTS, mereka rela mengeluarkan uang hanya untuk membeli Album, atau event yang harganya tidak murah. Hal itu terkesan sangat fanatik, dengan semua hal yang disebutkan diatas timbul pertanyaan mengapa hal itu bisa terjadi? Mengapa mereka rela menghabiskan uang hanya untuk membeli barang grup idola mereka? Padahal belum tentu mereka dikenal secara personal.
Membeli Album Sampai Jutaan?
Dilansir dari HanteoNews yang di mana data ini dipublikasikan oleh Hanteo Chart satu-satunya Chart musik Real Time di dunia, Album BTS 'MAP OF THE SOUL : 7' terjual sebanyak 3 juta kopi dalam penjualan. Itu merupakan angka yang fantastis, sehingga menjadikan BTS sebagai artis K-pop pertama yang penjualan Album mencapai 3 juta eksemplar. Itu sangat gila, kegiatan tersebut bisa dibilang fanatik bukan? Hasil penelitian dengan bertanya kepada teman saya yang seorang Army, ternyata alasan mereka membeli Album tersebut karena kecintaan mereka terhadap idolanya, mereka ingin menghargai kerja keras yang telah dilakukan oleh idola mereka walaupun tanpa imbalan. Mereka tahu bahwa sang idola menyiapkan Album baru dengan kerja keras, sang idola harus meluangkan waktu istirahat untuk mengerjakan sebuah lagu.
Ada istilah dalam psikologi mengenai Altruisme, yaitu di mana suatu perilaku yang dilakukan untuk mensejahterakan orang lain. Altruisme ini merupakan istilah untuk mereka yang ingin membantu orang lain bukan karena kewajiban, jadi mereka menolong dengan keinginan mereka sendiri perilaku yang dilakukan tanpa pamrih atau tanpa menginginkan imbalan apapun. Dalam konteks ini, bisa diibaratkan bahwa Army membantu BTS karena keinginan mereka sendiri, mereka merasa bahwa kerja keras dari idola nya perlu dihargai.
Interaksi Yang Memicu Sikap Berlebihan ?
Bagaimana para Army bisa berinteraksi dengan BTS? Tentu saja dengan mengikuti event yang diadakan oleh sang idola, ataupun dengan menggunakan media sosial di mana Army bisa mengetahui keseharian idolanya. Aplikasi tersebut merupakan sarana agar para idola bisa berinteraksi dengan penggemar, aplikasinya seperti Instagram, Twitter, Youtube dan aplikasi khusus yaitu Weverse. Sang idola yang sering memberikan foto kesehariannya dan memberitahu apa saja yang dia lakukan, membuat para penggemar merasa dekat serta dapat menimbulkan rasa penasaran akan kehidupan idolanya.
Tidak hanya melalui aplikasi atau media sosial, tetapi interaksi secara langsung juga ada. Event seperti fan-meeting (interaksi bersama idola yang dilakukan secara offline, di mana idola melakukan sedikit pertunjukan, bermain games dengan penggemar dan sesi tanya jawab yang dipandu oleh MC.) Event ini menjadi kesempatan untuk para penggemar bertemu langsung dengan sang idola, bagaimana fans tidak semakin berlebihan jika disuguhkan oleh event yang membuat mereka bisa berinteraksi dan dekat dengan sang idola.
Perlakuan tersebut akan menimbulkan ketertarikan kuat yang tidak biasa, penggemar seolah dibius sehingga ada rasa untuk menginginkan lebih. Mereka ingin mengetahui lebih banyak tentang idolanya dengan mencari informasi mengenai idolanya. Sehingga timbul ikatan emosional para penggemar, mereka merasa terhubung dengan sang idola walaupun sang idola mungkin tidak mengetahui keberadaan para penggemarnya.
Jika kita lihat interaksi-interaksi di atas dalam sisi psikologi, ini merupakan fenomena Parasosial. Apa itu Parasosial? Hubungan Parasosial adalah hubungan yang terbentuk secara sepihak di mana hubungan ini tercipta ketika seseorang mencurahkan energi, emosional, minat, waktu dan tenaganya kepada sosok yang ia temui di media (baik masa maupun sosial), meskipun sosok tersebut tidak tahu keberadaan dirinya. Inilah interaksi yang memicu penggemar bersikap berlebihan, para penggemar menjadi terobsesi dengan sang idola dan dari sikap itu terkadang membuat sang Idol merasa tidak nyaman. Namun, tahukah kalian bahwa perusahan-perusahaan yang menaungi grup K-pop melakukan cara ini untuk menarik penggemar. Dengan banyaknya fans yang tergila-gila akan membuat popularitas sang idola menjadi meningkat dengan sendirinya.
Sikap Berlebihan Penggemar Dapat Merugikan Sang Idol?
Interaksi Parasional bisa merugikan sang idola, privasi dari sang idola sangat terancam. Karena dari interaksi ini yang membuat para penggemar merasa dekat dengan idolanya sehingga terkadang membuat penggemar melakukan hal-hal di luar batas yang bisa mengganggu sang Idol.
Kita bisa melihat kasus yang terjadi oleh TREASURE grup K-pop besutan YG Entertainment pada waktu berlibur di Pulau Jeju. Pada saat di Pulau Jeju, liburan tersebut diabadikan melalui reality show Youtube mereka yang bernama 'TREASURE MAP' dalam video tersebut terlihat beberapa penggemar wanita selalu mengikuti kemanapun TREASURE pergi. Ini sudah membuat para member merasa kurang nyaman, akibatnya syuting reality show TREASURE pada saat itu dibatalkan. Sikap berlebihan ini tentu membuat sang Idol merasa tidak nyaman, bayangkan kalian diikuti secara terang-terangan di saat sedang berlibur, sedang ingin menikmati waktu bebas kalian. Apa kalian tidak merasa resah? Tentu saja pasti resah bukan?
Itulah mengapa sikap berlebihan ini akan sangat mengganggu privasi Idol, namun itu tidak dapat dihindarkan. Hal tersebut akan terus ada, karena itulah konsekuensi dari menjadi seorang yang terkenal dan memiliki penggemar.
Menjadi seorang penggemar merupakan pilihan, namun perhatikanlah untuk menjadi seorang penggemar yang tahu batasan. Menjadi penggemar dilakukan untuk menghibur diri, bukan untuk mengikat diri dengan sikap yang akan merugikan diri sendiri juga sang idola, karena penggemar hanyalah penggemar. Kalian bukan seseorang yang berhak mengetahui kehidupan sang Idol. Cintai idola kalian seperlunya saja, tidak perlu sampai menjiwai karena kalian tidak bisa memiliki sang idola sepenuhnya.
Referensi :
Saifuddin, D. A. (n.d.). Interaksi Parasosial. Neliti. https://www.neliti.com/id/publications/66389/interaksi-parasosial
(Hanteo Chart Official) [Breaking] BTS's 'MAP OF THE SOUL : 7' Achieves 'Triple Million' Initial Chodong Record!"That's 'KingTan' Boys! Within 66 Hours + for the First Time in K-Pop History!". (2020, February 24). HANTEONEWS. https://www.hanteonews.com/en/article/all?fc=3896
