Spill The Tea: Alasan Mahasiswa Pilih Praktis Kantin dibanding Hemat Bawa Bekal

Mahasiswa Universitas Bunda Mulia, Prodi Ilmu Komunikasi semester 3
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari MARCELLINA PASKAHLIA CHANDRA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tim bawa bekal vs Tim jajan kantin! Ternyata ini alasan kenapa praktisnya makanan kantin selalu menang di mata mahasiswa Universitas Bunda Mulia.

Sudah menjadi pemandangan sehari-hari, antrean panjang sejumlah mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Bunda Mulia Ancol mulai memadati area kantin setiap memasuki jam istirahat makan siang. Meskipun membawa bekal dari rumah sudah jelas jauh lebih hemat, sebagian besar mahasiswa di kampus ini tetap lebih memilih membeli makanan atau jajanan di sekitaran kantin kampus. Fenomena di sekitar lingkungan kampus ini difaktori oleh berbagai alasan kompleks, sehingga membuat sebagian mahasiswa lebih memilih kepraktisan dibanding kehematan. Alhasil, mahasiswa memenuhi kebutuhan perut dengan memanfaatkan berbagai pilihan menu di kantin yang dinilai lebih praktis, cocok dengan dinamika kehidupan anak kuliah.
Membawa bekal dari rumah sering kali dianggap sebagai solusi terbaik untuk menghemat pengeluaran. Namun, bagi sebagian mahasiswa, membeli makan di kantin tetap menjadi pilihan utama. Berikut beberapa alasan utama yang diungkap langsung oleh para mahasiswa terkait pilihan tersebut.
Faktor Rasa Malas dan Jarak ke Kampus
Banyak mahasiswa yang memiliki tantangan tersendiri khususnya bagi mereka yang harus mengejar kelas pagi. Keterbatasan waktu di jam-jam subuh sering kali memengaruhi keputusan mereka untuk membawa bekal. “Saya malas masak pagi-pagi terlebih lagi jarak dari rumah ke kampus lumayan jauh, bekalnya bisa keburu dingin di jalan,” ujar Kevin, salah satu mahasiswa Fakultas Teknik.
Kondisi Rumah di Pagi Hari
Bagi mahasiswa yang masih tinggal bersama keluarga, pilihan membawa bekal juga sangat dipengaruhi oleh situasi di rumah masing-masing. “Kedua orang tua saya tidak sempat membuatkan saya bekal karena sudah sibuk di pagi hari,” ujar dcay, salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Pertimbangan Aktivitas Pasca-Kuliah
Selain kendala di pagi hari, pertimbangan mengenai konsekuensi setelah perkuliahan usai juga turut menjadi penentu pilihan mahasiswa. Alih-alih ingin bersantai, risiko harus membersihkan wadah makanan dalam kondisi lelah setelah seharian belajar menjadi alasan mendasar untuk beralih ke kantin. “Alasan utama saya karena sudah capek kuliah tetapi harus mencuci kotak bekal lagi,” ujar lucas, salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Melihat realitas kendala yang dihadapi oleh sebagian besar mahasiswa, tidak heran jika mayoritas dari mereka lebih memilih memanfaatkan fasilitas kampus secara langsung. Berdasarkan pengamatan umum di lingkungan akademik, diperkirakan sekitar 75% mahasiswa cenderung mengandalkan kantin kampus untuk memenuhi kebutuhan makan siang mereka setiap harinya. Sementara itu, sisanya sekitar 25% mahasiswa masih memilih untuk konsisten membawa bekal dari rumah karena pertimbangan tertentu seperti diet khusus atau alasan personal. Tingginya angka preferensi terhadap kantin ini dipicu oleh tersedianya variasi menu di kantin yang praktis sehingga dinilai mampu menghemat tenaga mahasiswa yang sudah terkuras akibat aktivitas kelas. Pada akhirnya, kecenderungan ini memperlihatkan bagaimana lingkungan kampus telah berhasil membentuk sebuah pola perilaku konsumsi baru yang sangat bergantung pada aspek efisiensi ruang dan waktu perkuliahan.
Selain itu, kecenderungan mahasiswa untuk beralih ke kantin kampus pada dasarnya juga mencerminkan pergeseran prioritas menuju gaya hidup yang lebih taktis dan akomodatif. Pilihan ini bukan sekedar masalah pemenuhan kebutuhan pangan harian, melainkan sebuah strategi manajemen waktu demi menjaga produktivitas di tengah padatnya jadwal akademik. Langkah ini menjadi jalan keluar terbaik bagi mahasiswa yang harus berhadapan dengan berbagai hambatan nyata, mulai dari keterbatasan waktu, tantangan geografis, hingga faktor kelelahan fisik pasca-kuliah. Sehingga keberadaan kantin kampus ini sukses memenuhi kebutuhan konsumsi para mahasiswa secara cepat dan efisien, sekaligus dapat mengeliminasi rutinitas repetitif, seperti memasak dan membersihkan kotak bekal yang kerap menyita sisa energi mereka di luar jam kuliah.
