Konten dari Pengguna

Riset dan Infrastruktur Kendaraan Bermotor Listrik Indonesia

Mardani Rivaldi

Mardani Rivaldi

ASN di Badan Riset dan Inovasi Nasional

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mardani Rivaldi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

User interfarce Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)
zoom-in-whitePerbesar
User interfarce Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)

Seiring dengan perkembangan zaman yang linier dengan menipisnya sumber daya alam yang direpresentasikan dengan terbatasnya ketersediaan bahan bakar minyak di dunia telah memicu peralihan teknologi mesin kendaraan dari internal combustion engine (mesin konvensional) ke electric vehicle (mesin listrik berbasis baterai) oleh berbagai produsen kendaraan bermotor.

Di Indonesia sendiri telah banyak produsen kendaraan bermotor yang mulai memperkenalkan produk kendaraan bermotor listrik beriringan dengan Pemerintah Indonesia yang mengeluarkan kebijakan baru untuk memberikan berbagai benefit penggunaan kendaraan bermotor listrik. Sebagai contoh, pemerintah daerah memberikan kompensasi berupa keringanan pajak bagi pengguna kendaraan bermotor listrik.

Selain itu pengguna kendaraan bermotor listrik pun mendapatkan benefit penggunaan kendaraan berupa bebas ganjil genap di Ibu Kota. Hal ini tentu bertujuan untuk menarik minat masyarakat untuk mulai menggunakan kendaraan bermotor listrik.

Kendaraan Bermotor Listrik

Pergerakan produsen kendaraan bermotor listrik dan pemerintah tentu perlu diimbangi oleh ketersediaan infrastruktur. Ketersediaan infrastruktur yaitu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tentu merupakan hal vital karena selama ini masyarakat enggan berpindah menggunakan kedaraan bermotor listrik karena sulitnya infrastruktur.

Dengan banyaknya infrastruktur SPKLU yang sudah terbangun tentu akan dapat menunjang pengguna kendaraan bermotor listrik dalam melakukan pengisian daya.

Selain itu, kita sangat berharap bahwa infrastruktur SPKLU dapat diproduksi dengan menggunakan mayoritas komponen dalam negeri mengingat pabrikasi kendaraan bermotor baik roda dua ataupun roda empat di Indonesia telah didominasi oleh produk luar.

Peran Penting Riset di Indonesia

Ilustrasi pengisian daya mobil listrik. Foto: REUTERS/Antonio Bronic

Dengan berakhirnya masa Kementerian Riset dan Teknologi yang ditandai dengan penggabungan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bagaimanakah nasib riset SPKLU di Indonesia nantinya?

Kita berharap agar dapat terus berjalan karena sejauh ini peran lembaga riset dalam rangka mendukung pembangunan SPKLU di Indonesia cukup besar.

Sebagai contoh, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah melakukan kliring teknologi SPKLU sejak tahun 2018 dalam rangka mengupayakan kemampuan penguasaan teknologi dan penggunaan komponen dalam negeri. Hingga kini, BPPT telah berhasil bekerjasama dengan berbagai perusahaan yang terdiri dari BUMN atau swasta untuk melakukan sinergi pembangunan SPKLU baik bagi kendaraan roda empat ataupun roda dua.

Selain itu lembaga pendidikan pun memiliki peran yang cukup vital dalam melakukan riset kendaraan bermotor listrik dan baterai di Indonesia. Insititut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) masing-masing telah melakukan riset kendaraan bermotor listrik sedangkan Universitas Negeri Surakarta (UNS) telah mengembangkan teknologi baterai lithium.

Bagi negara berkembang, penguasaan teknologi selalu didahului dengan adanya kliring teknologi yaitu proses penyaringan kelayakan atas suatu teknologi melalui kegiatan pengkajian untuk menilai atau mengetahui dampak dari penerapannya pada suatu kondisi tertentu.

Dengan kata lain dari teknologi yang sudah ada akan dilakukan proses ATM yaitu amati, tiru dan modifikasi. Dalam hal ini, riset mengenai SPKLU sangat dibutuhkan sehingga harapannya dapat berujung pada penguasaan teknologi agar dapat meningkatkan kemampuan industri nasional untuk memproduksi SPKLU secara mandiri.