Makhi Koi, Hidangan Kepiting Mentah Khas Kalimantan Barat

Mahasiswa Komunikasi Binus University
Tulisan dari Maria Anadavi Wijaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Berbagai hidangan khas Indonesia yang kaya akan rempah dan bumbu memang selalu mengguggah selera. Salah satunya adalah Makhi koi atau keramak, makanan khas Kalimantan Barat. Makanan ini terbuat dari kepiting mentah yang difermentasi selama beberapa hari yang dihidangkan dengan cara yang unik.

Makhi koi sangat mirip dengan hidangan khas negara ginseng Korea Selatan, yaitu Ganjang Gejang. Kedua hidangan ini dapat dikatakan begitu mirip, sama sama difermentasi dan bercita rasa unik. Sebenarnya apa sih itu Makhi koi? Yuk kita simak penjelasan berikut ini!
MENGENAL APA ITU MAKHI KOI
Makhi koi atau biasa disebut keramak merupakan hidangan khas Kalimantan tepatnya di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Hidangan ini berupa kepiting mentah yang difermentasi dengan air garam selama beberapa hari. Biasanya masyarakat setempat menggunakan kepiting kecil yang mereka dapat di pinggiran sungai dan merendam seluruh bagian kepiting dari cangkang hingga capit capitnya.
Makanan ini memiliki cita rasa yang unik karena difermentasi di air garam selama berhari hari. Tetapi rasanya bisa saja berbeda tergantung dari cara pengolahannya. Oleh karena ukuran kepiting yang tidak terlalu besar, sehingga tidak perlu membutuhkan waktu yang lama untuk dapat mengolahnya. Warna dari kepitingnya pun sedikit berubah menjadi abu kehitaman yang disebabkan oleh natrium dalam jumlah banyak. Makhi koi juga memiliki bau yang tidak sedap yang disebabkan karena proses dari fermentasi. Tekstur daging makhi koi juga sangat lembut dan tidak berserat.
"Biasanya kalau kita makan makhi koi, kita menambahkan jeruk sonkit, garam, gula dan potongan cabai. Rasanya menjadi asam, asin dan pedas." kata Phang Nyuk Cau, orang asli Kalimantan.
CARA MENGOLAH MAKHI KOI
Pada dasarnya mengolah Makhi koi tidak begitu sulit. Tidak perlu banyak proses untuk dapat mengolah hidangan khas Kalimantan Barat yang bercita rasa unik dan lezat. Berikut penjelasan terkait dengan bahan dan cara pengolahannya!
Bahan:
6 ekor kepiting hidup (kepiting kecil)
7 buah jeruk sonkit
Cuka
Garam dan gula secukupnya
Beberapa potongan cabai
Cara membuat:
Bersihkan kepiting mentah terlebih dahulu.
Setelah dibersihkan, lumuri kepiting dengan garam dan letakkan di dalam guci atau wadah tertutup selama kurang lebih seminggu.
Setelah kepiting mengeluarkan air, air di dalam guci atau wadah dikeluarkan dan dimasak. Lalu matikan dan biarkan air itu dingin. Masukkan lagi air tersebut ke dalam guci atau wadah yang berisi kepiting. Diamkan beberapa hari lagi.
Lalu keluarkan kepiting dari wadah dan bilas menggunakan cuka. Buanglah air cukanya setelah dibilas.
Pindahkan kepiting ke wadah yang bersih, beri perasan jeruk sonkit di atas kepiting, tambahkan garam, gula dan micin sesuai selera. Beri juga beberapa potongan cabai untuk menambah rasa.
Nah, cukup mudah bukan?
Secara sederhana, jika kalian sudah membeli kepiting kecil yang sudah difermentasi, kalian bisa langsung mengolahnya dengan cuka, jeruk sonkit, garam, gula, micin dan beberapa potongan cabai. Makhi koi yang sudah terfermentasi dibilas menggunakan cuka agar tidak menghilangkan rasa asin dari hasil fermentasi dan jangan lupa untuk membuang air cukanya. Hasil olahan masyarakat Pontianak membuat cita rasa makhi koi menjadi asin, pedas dan asam. Dan Makhi koi siap untuk dihidangkan dengan nasi hangat.
