Konten dari Pengguna

Kebijakan Dapur Bersama Tanggung Jawab Bersama

Maria Christina Kusumaningtyas

Maria Christina Kusumaningtyas

Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Diponegoro

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Maria Christina Kusumaningtyas tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat kegiatan KKN-T berlangsung & berinteraksi dengan penghuni maupun penjaga indekos di Kelurahan Tembalang.
zoom-in-whitePerbesar
Saat kegiatan KKN-T berlangsung & berinteraksi dengan penghuni maupun penjaga indekos di Kelurahan Tembalang.

Semarang, Kumparan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) kembali menunjukkan kontribusinya bagi masyarakat. Kali ini, KKN Undip berlokasi di RT 01/RW 02 Kelurahan Tembalang, Semarang, dengan fokus pada tema besar "Sanitasi di Indekos Kelurahan Tembalang" . Maria Christina, seorang mahasiswa Ilmu Pemerintahan Undip, menjadi penggagas program kerja monodisiplin yang menarik perhatian, yakni "Kampanye Edukasi 'Dapur Bersama, Tanggung Jawab Bersama'".

Program ini dilatarbelakangi oleh observasi terhadap kondisi sanitasi di indekos-indekos area Tembalang, khususnya pada fasilitas dapur bersama yang sering kali kurang terjaga kebersihannya. "Dapur bersama di indekos sering kali menjadi area yang luput dari perhatian kebersihan. Padahal, ini adalah area vital yang sangat berpengaruh pada kesehatan penghuni," ujar Maria.

Melalui proker ini, Maria mengusung dua luaran utama yang diharapkan dapat memberikan dampak signifikan. Pertama, berupa brosur peraturan kode etik penggunaan dapur bersama. Brosur ini tidak hanya berisi imbauan, namun juga panduan jelas mengenai etika dan tanggung jawab penghuni dalam menjaga kebersihan dapur. Harapannya, dengan adanya panduan tertulis, kesadaran akan pentingnya kebersihan dapur dapat meningkat dan menjadi kebiasaan.

Produk luaran kedua yang tak kalah inovatif adalah cairan pembersih dapur ramah lingkungan. Dibuat dari campuran sederhana seperti Sunlight, air, dan baking soda, cairan ini diharapkan menjadi solusi praktis dan ekonomis bagi penghuni kos untuk menjaga kebersihan dapur atau wastafel mereka secara mandiri. "Kami ingin memberikan solusi yang mudah dijangkau dan dapat diaplikasikan langsung oleh penghuni kos," tambah Maria.

Indikator keberhasilan dari program ini akan terlihat dari dua aspek. Pertama, terpasangnya brosur kebijakan penggunaan dapur di setiap indekos yang menjadi target, dan yang lebih penting, penghuni indekos menaati peraturan yang tertera. Kedua, terpakainya dengan baik cairan pembersih dapur/wastafel yang telah didistribusikan untuk mendukung kebersihan dapur secara berkelanjutan.

Program "Dapur Bersama, Tanggung Jawab Bersama" ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran akan sanitasi dapur di lingkungan indekos Tembalang, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan hidup yang lebih bersih dan sehat bagi para mahasiswa dan penghuni lainnya. Ini adalah langkah kecil namun berdampak besar dalam menjaga kualitas hidup di tengah padatnya hunian indekos di Tembalang.

Maria Christina Kusumaningtyas mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Diponegoro