Lebih Dari 100 Orang Terbunuh dalam Serangan Senjata Kimia di Suriah

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Serangan gas beracun di Suriah. (Foto: REUTERS/Ammar Abdullah)
zoom-in-whitePerbesar
Serangan gas beracun di Suriah. (Foto: REUTERS/Ammar Abdullah)

Serangan kimia di Idlib, bagian barat laut Suriah, membunuh lebih dari 100 orang. Angka ini diungkapkan oleh Presiden Turki Tayyip Erdogan pada hari Rabu (5/4), tanpa memberi tahu lebih lanjut darimana sumbernya.

Dilaporkan Reuters, Erdogan yang tengah berpidato dalam sebuah rapat di barat laut Provinsi Bursa, Turki, menjuluki Presiden Suriah Bashar al-Assad adalah seorang 'pembunuh'. Sensitivitas ini dilatarbelakangi dengan panasnya hubungan Ankara dengan Assad, di mana Assad kerap melemparkan kritik keras terhadap Ankara dan menyerukan penggulingan pemerintahan.

Negara-negara barat, termasuk Amerika Serikat, menuduh dan menyalahkan barisan tentara Assad terkait serangan kimia yang telah membunuh ratusan orang di kota Khan Seikhoun, sebuah area konflik di bagian utara Suriah pada Selasa (4/4).

Rusia yang telah bersekutu dengan Assad, menolak sepakat dengan pernyataan bahwa Presiden Suriah yang pantas disalahkan atas serangan kimia itu. Rusia dengan tegas menyatakan akan tetap mendukung Suriah.