Angan-angan dan Kenyataan: Resensi Film Jatuh Cinta Seperti di Film-film

Mahasiswa Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Maria Quartha Aprilia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Judul: Jatuh Cinta Seperti di Film-film Sutradara: Yandy Laurens Tahun Rilis: 2023 Genre: Komedi Romantis Harapan akan datangnya cinta yang indah seperti tayangan berdurasi 2 jam. Mungkin itulah yang diharapkan sebagian orang termasuk Bagus. Ia menulis naskah film tentang seorang pria yang jatuh cinta pada seorang janda sekaligus teman masa SMAnya. Namun, kisah itu bukan hanya sekedar khayalannya saja, itu adalah kisah cinta Bagus dengan Hana. Setiap adegan ditulis oleh Bagus berdasarkan angan-angannya, mulai dari pendekatan, konflik, hingga penyelesaian. Semuanya ditulis dengan sempurna bagaikan alur kisah cinta di dalam film. Film Jatuh Cinta Seperti di Film-film karya Yandy Laurens ini menyajikan cerita yang cukup unik dari segi visual dan alurnya. Selama ini, film-film Indonesia dipenuhi oleh genre horor maupun genre romantis yang dapat melambungkan ekspektasi kisah cinta para penontonnya. Namun, film yang tayang perdana pada tahun 2023 ini berhasil memberikan warna baru terhadap variasi alur film di Indonesia. Yandy Laurens menyisipkan banyak sindiran terkait dunia perfilman Indonesia. Dimulai dari sindiran untuk dunia perfilman Indonesia yang monoton dan lebih sering berkutat pada dua genre yang digemari masyarakat tanpa adanya ide cerita yang baru hingga penonton yang lebih sering menonton film melalui situs bajakan. Sindiran-sindiran tersebut melebur di dalam alur ceritanya dengan mulus. Meski film ini masuk dalam kategori genre romantis, isi dalam setiap alurnya memiliki sindiran keras terhadap angan-angan dan kenyataan. Film-film Indonesia telah memberikan standar terhadap kisah cinta yang indah hingga sering terbawa dalam dunia nyata. Karakter Bagus yang diperankan oleh Ringgo Agus Rahman tanpa disadari telah memaksa Hana untuk bisa menjadi sama seperti apa yang dia tulis dalam naskahnya. Sedangkan karakter Hana yang diperankan oleh Nirina Zubir secara lebih sadar menolak untuk masuk ke dalam angan Bagus terkait kisah percintaan mereka. Hal lain yang saya sorot dari film ini adalah angan orang-orang terhadap duka dan kenyataan yang benar-benar terjadi ketika duka itu datang. Tokoh Hana yang sedang berduka itu digambarkan begitu terpukul dan berduka dengan meninggalnya sang suami. Namun, pada kenyataannya, itu hanya berputar dalam pikiran Bagus dan tak pernah benar-benar terjadi. Duka memang dialami oleh Hana, tapi bukan berarti semuanya kegiatan dalam hidupnya benar-benar terhenti setelah sang suami meninggal dunia. Hana tetap menjalankan hidupnya seperti biasa walau masih diselimuti duka, bukan seperti yang dipikirkan oleh Bagus. Film Jatuh Cinta Seperti di Film-film bukanlah film yang akan membuat penontonnya membangun harapan akan cinta yang indah seperti di film-film. Film ini justru membuat kita menjadi sadar bahwa terkadang kita terlena dengan imajinasi akan sesuatu yang berlebihan dan sesuatu yang benar-benar indah muncul dari apa yang berbeda dari angan.
