Bisnis
·
10 April 2021 21:53

Ingin Jadi Smart ASN? Follow Saja ASNation

Konten ini diproduksi oleh Maria Sihotang
Ingin Jadi Smart ASN? Follow Saja ASNation (105484)
ASNation Team (sumber: ASNation)
Profesi apa yang tidak terkena dampak dari pandemi Covid-19? Mayoritas masyarakat pasti menjawab ASN lah yang tidak terdampak pandemi Covid-19. Mengutip keterangan tertulis Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Bambang Satrio Lelono, hingga akhir November lalu ada 88% perusahaan yang terdampak pandemi dan mengalami kerugian.
ADVERTISEMENT
Penyediaan akomodasi makan dan minum, real estate, dan konstruksi merupakan 3 sektor usaha yang paling mengalami kerugian akibat pandemi Covid-19. Adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahun lalu mengakibatkan aktivitas ekonomi menurun drastis, bahkan sampai terhenti.
Lantas, bagaimana dengan ASN? Bukankah dengan adanya PSBB, maka para ASN juga di rumah saja? Benar sekali. Namun jangan salah, meski di rumah saja para ASN dituntut untuk tetap bekerja.
Saat awal menjalankan WFH (Work from home/ bekerja dari rumah), semua serba tiba-tiba. Tidak ada yang pernah memprediksi dan juga mempersiapkan diri untuk WFH. Teman-teman saya di hari terakhir masuk kantor sebelum WFH membawa dokumen-dokumen pekerjaan yang menurutnya bisa diselesaikan di rumah. Berhubung kami berkerja di laboratorium, maka tidak banyak pekerjaan yang terkait administrasi dan dapat diselesaikan di rumah.
ADVERTISEMENT
Saya pun sempat tercenung ketika membaca pengumuman di WA grup kantor terkait WFH. Saat WFH mulai dilakukan, saya sedang melaksanakan tugas untuk memberikan bimbingan teknis (bimtek) kepada teman-teman penguji Balai POM di Ambon. Sekembalinya dari menjalankan tugas, saya langsung menjalankan rutinitas baru yaitu WFH dan tidak berkesempatan ke kantor karena penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Patut disyukuri karena unit kerja kami sudah melakukan digitalisasi dokumen. Sehingga selama WFH tidak pernah satu hari pun terlewatkan tanpa bekerja.
Bekerja dari rumah ternyata tidak lebih santai bila dibandingkan dengan bekerja dari kantor. Jika bekerja di kantor pulang pukul 16.30 WIB dan begitu sampai di rumah bisa melupakan kesibukan pekerjaan kantor, namun saat bekerja dari rumah tidak ada jam selesai bekerja yang pasti.
ADVERTISEMENT
Walau tak dapat dipungkiri, dengan bekerja dari rumah ibu-ibu yang berprofesi sebagai ASN dapat bekerja sambil melihat dan mendampingi anak-anaknya yang juga menjalankan kegiatan belajarnya dari rumah. Tapi WFH bukan sekedar formalitas belaka. Secara fisik ASN memang terlihat berada di rumah, akan tetapi pikiran bekerja terus. Rapat, seminar dan pelatihan dilakukan secara virtual. Bahkan acap kali berdiskusi hingga larut malam.
Badan POM melalui Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) berpartisipasi untuk dapat membantu percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia. Sebagai langkah konkret, PPPOMN mengembangkan Laboratorium Pengujian Covid-19 yang diresmikan dengan nama Laboratorium Biohazard guna membantu pemerintah dalam rangka menangani Pandemi Covid-19 di Indonesia.
Laboratorium Biohazard ini tidak berdiri dengan sim salabim. Banyak usaha yang dilakukan oleh pimpinan dan para pegawai. Kajian, perencanaan, renovasi, pelatihan dan penyusunan SOP dilakukan seefektif dan seefisien mungkin. Hingga hari ini Laboratorium Biohazard telah melakukan pengujian terhadap lebih dari 40.000 sampel.
ADVERTISEMENT
Jadi benarlah yang dikatakan oleh Aba Subagja, Asdep Manajemen Karir dan Talenta SDM Aparatur - Kementerian PANRB, saat membuka secara virtual acara Peluncuran dan Diskusi Buku 101 Catatan ASN: Sikap Bijak Menghadapi Pandemi Covid-19 dan perayaan 1 tahun ASNation bahwa pandemi ini membawa hal positif juga. Pandemi membawa perubahan pada tata kelola ASN kita. Walaupun hanya 25% yang hadir di kantor setiap harinya, namun organisasi tetap berjalan.
Smart ASN
Aba juga menegaskan bahwa ASN harus menjadi sosok yang pembelajar (smart ASN, cerdas dan iklas), kreatif dan inovatif, pemersatu dan perekat NKRI, agen perubahan dan pembaharuan (reformasi birokrasi), contoh teladan bagi ASN dan masyarakat serta memberi kontribusi dan kerja nyata.
ASN memang pantas bersyukur, karena peluang untuk belajar bagi seorang ASN sangat besar. Pelatihan di dalam maupun luar negeri banyak tersedia dan ASN berpeluang untuk mengikuti pelatihan tersebut apabila disetujui oleh pimpinan.
ADVERTISEMENT
Tapi bagi masyarakat yang tidak berprofesi sebagai ASN, tidak banyak yang mengetahui kalau ASN yang pergi untuk belajar (baik untuk melanjutkan sekolah maupun untuk pelatihan) mempunyai kewajiban untuk melakukan diseminasi (menyebarluaskan pengetahuan yang diperolehnya) kepada rekan-rekan kerjanya serta mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam pekerjaan. ASN yang berkesempatan untuk pelatihan harus belajar dengan sungguh-sungguh dan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya. Bukan sekedar pelesiran menghamburkan uang negara.
Lebih lanjut dalam sambutannya Aba menyampaikan bahwa Road Map Pembangunan ASN bertujuan mencapai birokrasi kelas dunia di tahun 2024. Untuk mencapai birokrasi berkelas dunia maka harus tercipta ASN yang cerdas (smart ASN). Jalannya adalah dengan meningkatkan kompetensi terus menerus. Smart ASN tidak memikirkan materi, karena profil smart ASN adalah integritas, nasionalisme, profesionalisme, wawasan global, IT dan bahasa asing, hospitality, networking dan entrepreneurship. Menurutnya semua itu terwujud di ASNation.
ADVERTISEMENT
Meningkatkan kompetensi ASN bersama ASNation
ASNation dengan semboyan share to inspire memang sungguh menginspirasi para ASN. ASNation adalah wadah ASN untuk saling berbagi dan menginspirasi. Ini adalah berkah bagi ASN. Banyak kompetensi baru yang dapat dipelajari melalui komunitas ini.
Contoh nyata adalah Pelatihan dan Coaching ASN Menulis di Media yang hingga saat ini telah meluluskan 7 kelas. Animo para ASN untuk mengikuti kelas ini sangat luar biasa. Pelatihan disain infografis, kajian bareng mengenai tips sukses berkarir di jabatan fungsional adalah contoh lain pengetahuan yang bisa diperoleh melalui komunitas ini.
Instruktur dan narasumbernya adalah ASN sendiri. Dan hampir semua ilmu itu bisa kita peroleh dengan gratis, tanpa dipungut biaya. Luar biasa. Bukankah berbagi merupakan salah satu perbuatan terpuji yang dapat dilakukan antar sesama?
ADVERTISEMENT
Jadi, kamu ingin menjadi smart ASN dan berkontribusi dalam mewujudkan birokrasi kelas dunia? Follow saja ASNation.