Konten dari Pengguna

Solusi Pemenuhan Nutrisi Skala Rumah Tangga dengan BudIkDaMber

Marisa Putri

Marisa Putri

Mahasiswa Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Marisa Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

fotoPrototype Budidaya Ikan dalam Ember
zoom-in-whitePerbesar
fotoPrototype Budidaya Ikan dalam Ember

Senin, 22 Juli 2024 Mahasiswa KKN Tim II dari Universitas Diponegoro melakukan praktik pembuatan budidaya ikan skala rumah tangga, budidaya ikan tersebut dikenal dengan nama BUDIKDAMBER atau Budikdamber merupakan kepanjangan dari budidaya ikan dalam ember yang dihadiri kurang lebih 50 orang terdiri dari ibu-ibu KWT atau Kelompok Wanita Tani, ibu-ibu PKK dan Kelompok difabel “Self Help Group” kemudian proker ini dilakukan di balai desa dan pos SHG (Self Help Group).

Budikdamber sendiri merupakan budidaya yang menghasilkan keuntungan 2 kali lipat karena budidaya tersebut tidak hanya menghasilkan ikan tetapi juga dapat memanen sayuran yang tumbuh diatas air budidaya. Budikdamber juga dapat menjaga ketahanan pangan keluarga, dapat bermanfaat untuk mencegah stunting karena seperti dijelaskan tadi budikdamber tidak hanya memperoleh protein hewani melainkan terdapat protein nabati dari sayuran hidroponik. Budikdamber ini juga merupakan budidaya skala rumah tangga yang dapat dilakukan di rumah karena tidak memerlukan listrik dan tidak memerlukan air yang banyak.

Sistem kerja budidaya ikan dalam ember yaitu membudidayakan ikan dengan sayuran dalam satu wadah dengan sistem akuaponik atau sistem budidaya polikultur ikan dan sayuran. Tidak semua ikan dapat dibudidayakan dalam ember hanya ikan-ikan yang dapat hidup dengan oksigen rendah seperti ikan lele, ikan patin, Ikan gabus dan ikan gurami.

Kemudian tanaman yang digunakan untuk akuaponik tergantung dari media tanam yang digunakan. Pada umumnya tanaman yang digunakan yaitu kangkung, genjer, bayam.

Metode pembuatan budikdamber yaitu

1. Menyiapkan wadah dan media budidaya

2. Ember wadah budidaya diisi air kurang lebih 80 liter

3. Lubangi tutup ember untuk meletakkan net pot yang digunakan untuk tanaman akuaponik

4. Menyiapkan benih ikan lele yang berkualitas

5. Melakukan aklimatisasi atau adaptasi ikan

6. Benih lele ditebar ke dalam air sebanyak 60-100 ekor

7. Ikan di puasakan selama 1x24 jam

8. Setelah di puasakan 1x24 jam, ikan diberi pakan 2-3 kali dalam sehari.

Metode pembuatan Akuaponik adalah sebagai berikut:

1. Menyiapkan benih tanaman kangkung

2. Menyiapkan media tanam seperti arang atau menggunakan rockwool

3. Siapkan net pot atau gelas plastic yang sudah dilubangi bagian bawahnya

4. Masukkan media tanam kedalam gelas, kemudian letakan benih diatas media tanam

5. Letakan net pot atau gelas plastik ke dalam tutup ember yang sudah dilubangi.

Panen ikan lele biasanya dapat dilakukan setelah 2 bulan masa pemeliharaan dan untuk sayur kangkungnya sendiri dapat dipanen 14-21 hari pertama sejak tanam. Pemanenan kangkung dilakukan dengan memotong kangkong dan menyisakan bawah tunas kangkong agar kangkung dapat tumbuh Kembali.

Tim KKN Undip melakukan program kerja budikdamber di Desa Kateguhan dengan harapan kebutuhan nutrisi baik hewani maupun nabati dapat terpenuhi tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.