Bahasa Daerah dan Kemajuan Sosial: Peran dan Perkembangan

Mahasiswa di Universitas Pamulang, jurusan Akuntansi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Mariskah Nur Ryhana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bahasa daerah memiliki peran penting dalam mencegah bangsa Indonesia terbawa arus dari budaya asing yang merupakan perkembangan yang kurang baik untuk budaya.

Penggunaan Bahasa Indonesia dalam era globalisasi dapat membantu mencegah erosi nilai-nilai budaya, menurunnya rasa nasionalisme dan patriotisme, hilangnya sifat kekeluargaan dan gotong royong, kehilangan kepercayaan diri, dan gaya hidup yang tidak sesuai dengan adat budaya.
Perkembangan digitalisasi teknologi pendidikan dapat dimanfaatkan untuk sosialisasi dan peningkatan peran dan fungsi bahasa-bahasa daerah dalam pendidikan karakter.
Upaya pelestarian dan pengembangan fungsi bahasa daerah harus segera dilakukan oleh semua pihak, mulai dari kalangan keluarga, lingkungan kerja, lingkungan sosial, dan sekolah
Bahasa daerah merupakan unsur kebudayaan yang memiliki peran strategis dalam pendidikan karakter. Pembelajaran bahasa daerah dan strategi pemakaian bahasa daerah yang dapat dilakukan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, sekolah, maupun lingkungan kerja, diharapkan akan secara tepat menggunakan bahasa daerah dalam berkomunikasi antara sesamanya.
Pada dasarnya, penggunaan bahasa daerah ditentukan oleh tingkat keformalan, status sosial, keakraban, dan usia pembicara. Untuk mempertahankan dan melestarikan bahasa daerah, perlu dilakukan sosialisasi dan peningkatan peran dan fungsi bahasa daerah melalui digitalisasi teknologi pendidikan.
Sosialisasi ini dapat dimulai dari memperkenalkan dan menyebarkan istilah-istilah bahasa daerah yang sarat makna, puitis, dan mudah diingat.
Mariskah Nur Ryhana, mahasiswa Universitas Pamulang.
