Akses Bantuan ke Gaza Semakin Sulit, Rakyat Palestina Terancam Mati Kelaparan

DT Peduli
Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli
Konten dari Pengguna
10 Juni 2024 10:48 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari DT Peduli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Akses Bantuan ke Gaza Semakin Sulit, Rakyat Palestina Terancam Mati Kelaparan
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
BANDUNG -- Perang yang masih berlanjut antara Israel dan pasukan Hamas Palestina telah menelan puluhan ribu korban jiwa. Perang ini diprediksi akan semakin meluas, setelah Israel memperluas medan perang hingga Rafah.
ADVERTISEMENT
Relawan kemanusiaan dari Indonesia, Eko Sulistio turut merasakan keprihatinan dan kepedihan yang mendalam atas dampak konflik yang terjadi di Timur Tengah, yakni antara Israel dan Palestina. Situasi yang semakin buruk ini, menurutnya juga berdampak pada sulitnya akses penerimaan bantuan.
Ia mengungkapkan, satu-satunya akses bantuan yang masih bisa dibuka untuk rakyat Palestina adalah dari Yordania yang berbatasan langsung dengan Palestina. Sementara jalur-jalur lain seperti melalui perbatasan Mesir sudah ditutup oleh tentara Israel.
"Saya sampaikan bahwa pendistribusian bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina di Gaza sekarang semakin sulit. Satu-satunya akses hanya lewat Yordania, melalui jalur darat. Sedangkan jalur Rafah perbatasan Mesir ditutup total oleh zionis Israel," ujar Eko Sulistio saat dihubungi, Sabtu (8/6/2024).
ADVERTISEMENT
Pihaknya pun masih terus berupaya menyalurkan bantuan untuk rakyat Palestina, di Gaza. Setidaknya ada kurang lebih 800 paket bahan pangan keluarga, dan juga 22 ton tepung gandum akan dikirim oleh Eko dan relawan dari berbagai negara lain melalui jalur darat di Yordania.
"Saat ini sedang kita siapkan bantuan dari rakyat Indonesia berbarengan dengan bantuan kemanusiaan internasional dari UN, WFP, Turkey, Uni Emirates Arab, Germany, Malaysia, UK, Brunei Darussalam, Singapore, dan Australia," tutur Eko.
Untuk bantuan dari Indonesia disalurkan melalui Lembaga Kemanusiaan DT Peduli, Wakaf Salman, Mahasiswa Indonesia di Jordania, KBRI AMMAN Yordania, dan bantuan yang sifatnya pribadi.
Eko mengungkapkan mengapa bantuan harus segera disaluran ke Gaza. Karena kondisi rakyat Palestina di Gaza semakin menderita. Masyarakat di sana sedang mengalami bencana kelaparan. Banyak masyarakat yang mati karena kelaparan.
ADVERTISEMENT
"Tentu kita tidak akan menunggu lama, bantuan akan kita kirim melalui pintu perbatasan Yordania WestBank Tepi Barat King Hussein Bridge lalu ke Allenby dan lanjut ke KareemShalom menuju Gaza Palestina," tandasnya.
Sumber: Muslimobsession.com