Konten dari Pengguna

Buka Puasa Bersama Serentak dilaksanakan DT Peduli Australia di 5 Masjid Besar

DT Peduli

DT Peduli

Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari DT Peduli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hangatnya Suasana Berbuka Puasa yang digelar oleh DT Peduli Australia (Sumber : DT Peduli)
zoom-in-whitePerbesar
Hangatnya Suasana Berbuka Puasa yang digelar oleh DT Peduli Australia (Sumber : DT Peduli)

DTPEDULI.ORG | PERTH - DT Peduli Australia menggelar kegiatan buka puasa bersama (Iftar) secara serentak di dua negara bagian, Sabtu (14/3/2026) dan Ahad (15/3/2026). Program ini berhasil menjangkau ribuan jamaah dan diaspora Indonesia yang tersebar di wilayah Victoria dan Australia Barat.

Aksi kolaborasi internasional ini melibatkan berbagai komunitas diaspora, kelompok pengajian, hingga pelaku usaha kuliner Indonesia di Australia. Sinergi ini bertujuan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menghadirkan kehangatan kebersamaan di bulan suci bagi kaum Muslimin di Australia.

Hangatnya Suasana Berbuka Puasa yang digelar oleh DT Peduli Australia (Sumber : DT Peduli)

Pada hari pertama, kegiatan berfokus di wilayah Victoria dengan menyasar empat titik utama, yakni Masjid Westall, Masjid Baitul Makmur Laverton, dan Masjid IEACA Cranbourne.

Sebanyak 350 penerima manfaat tercatat mengikuti iftar di Masjid Westall. Kegiatan iftar di masjid ini bisa terselenggara atas dukungan Pengajian Hidaya, Seuramoe Aceh Victoria, Diana's Kitchen, dan Paguyuban Pasundan

Di Masjid Baitul Makmur Laverton sebanyak 300 penerima manfaat menikmati hidangan berbuka puasa. Mojang Group, Best Mums Group, Madania, Paguyuban Pasundan, dan YOI Indonesian Fusion mendukung iftar di masjid tersebut.

Tak kalah meriah, di Musholla Al Ihya DT Peduli menyajikan hidangan berbuka untuk 230 penerima manfaat, sedangkan di Masjid IEACA Cranbourne, sebanyak 200 penerima manfaat menikmati iftar bersama.

Hangatnya Suasana Berbuka Puasa yang digelar oleh DT Peduli Australia (Sumber : DT Peduli)

Pada hari kedua, safari Iftar berlanjut ke Masjid Al-Latief DT di Perth, Australia Barat dengan melayani 240 penerima manfaat. Para jamaah dimanjakan dengan menu khas Nusantara yang menggugah selera, mulai dari kalio daging kentang, tumis buncis tempe, balado telur, hingga udang balado.

Perwakilan DT Peduli Australia menjelaskan bahwa kegiatan ini terlaksana berkat koordinasi intensif dengan pihak dewan kemakmuran masjid dan para relawan komunitas. Tim relawan bahu-membahu mulai dari proses persiapan, pengemasan, hingga pembagian makanan tepat saat adzan Maghrib berkumandang.

Kevin Akbar Pramadiva, Staf Overseas menjelaskan, iftar secara serentak di dua negara bagian Australia baru pertama digelar Ramadhan ini. Sebelumnya, iftar serentak digelar di 7 negara berbeda, termasuk di Australia yang digelar di Masjid Al-Latief DT.

Hangatnya Suasana Berbuka Puasa yang digelar oleh DT Peduli Australia (Sumber : DT Peduli)

Menurutnya iftar serentak terasa menarik karena dilaksanakan secara serentak di dua negara bagian yang berbeda yaitu Victoria dan western Australia. Momen ini menjadi ajang silaturahim bagi para muslim dan washilah untuk menguatkan ukhuwah islamiyyah orang orang muslim di negara yang minoritas beragama Islam.

"(Saya) sangat senang sekali ketika melihat orang muslim berkumpul dalam satu tempat yang sama bercanda dan bersenda gurau tanpa memikirkan latar belakang etnis, suku, budaya, dan negara akan tetapi tetap di satu kata yang sama yaitu Islam," ungkap Kevin.

Hangatnya Suasana Berbuka Puasa yang digelar oleh DT Peduli Australia (Sumber : DT Peduli)

Melalui program ini, Ia mengaskan DT Peduli Australia berkomitmen untuk terus menghadirkan program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selain membantu menyediakan hidangan berbuka, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi bagi umat Islam, terutama diaspora Indonesia untuk tetap merasakan suasana Ramadhan seperti di kampung halaman.

"Harapannya ke depan, dt peduli selalu menjadi washilah menebarkan ke bermanfaatan dan tidak hanya di Indonesia akan tetapi di seluruh dunia karena harus mengamalkan kalau Islam itu adalah agama Rahmat untuk seluruh alam," pungkas Kevin.