Konten dari Pengguna

Dorong KUBE Jadi Penggerak Ekonomi Mandiri

DT Peduli

DT Peduli

Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari DT Peduli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Monitoring Evaluasi Program Kelompok Usaha Bersama Telur Panunggul (Sumber : DT Peduli)
zoom-in-whitePerbesar
Monitoring Evaluasi Program Kelompok Usaha Bersama Telur Panunggul (Sumber : DT Peduli)

DTPEDULI.ORG | CIREBON - Kantor Layanan DT Peduli Cirebon bersama Tim DT Peduli Kantor Perwakilan Jawa Barat melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) program pemberdayaan, di wilayah Cirebon dan Majalengka, pada Selasa (7/10/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi kelompok usaha penerima manfaat, baik selama masa pendampingan maupun setelah program berjalan. Adapun monev dilakukan terhadap dua Kelompok Usaha Bersama (KUBE), yakni KUBE Telur Asin Panunggul di Desa Panunggul, Kabupaten Cirebon, dan KUBE Tangguh Mandiri di Desa Ligung, Kabupaten Majalengka.

Monitoring Evaluasi Program Kelompok Usaha Bersama Telur Panunggul (Sumber : DT Peduli)

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Perwakilan DT Peduli Jawa Barat, Manajer Program DT Peduli, Kepala Kantor Layanan DT Peduli Cirebon, dan tim staf pendamping.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Perwakilan DT Peduli Jawa Barat, Muchamat Zusuf menegaskan pentingnya keberlanjutan program pemberdayaan ekonomi, agar dampaknya tidak berhenti pada tahap bantuan awal saja.

"Di lembaga zakat seperti DT Peduli, program ekonomi yang terpenting adalah keberlanjutan (sustainable). Harapannya, penerima manfaat yang dulunya menerima bantuan dapat berkembang hingga menjadi pemberi manfaat, bahkan menjadi muzaki yang mampu membantu orang lain," jelas Zusuf.

Monitoring Evaluasi Program Kelompok Usaha Bersama Tangguh Mandiri (Sumber : DT Peduli)

Harapan tersebut sejalan dengan tujuan kegiatan monev ini yaitu sebagai kesempatan berbagi pengalaman sekaligus penguatan bagi penerima manfaat untuk terus berkembang mandiri, sehingga program yang dilaksanakan dapat berkelanjutan.

"Saya sampaikan terima kasih kepada DT Peduli yang telah berkolaborasi dan mendampingi kami selama ini. Semoga semuanya menjadi berkah untuk kita semua, aamiin," ungkap Ari, salah seorang koordinator penerima manfaat.

Sementara itu, Ade Rahmatillah, Manajer Program DT Peduli juga turut menekankan pentingnya peningkatan kapasitas usaha melalui inovasi dan digitalisasi pemasaran.

"Selain berjualan secara offline, kita juga perlu mulai memaksimalkan potensi berjualan secara online melalui media sosial. Namun sebelumnya, lengkapi juga legalitas usaha dan perhatikan kemasan produk agar lebih menarik," ujarnya. (Ainun Mubarok/Agus ID)