Konten dari Pengguna

DT Peduli Malang Salurkan 10.000 Liter Air Bersih ke Sumberpetung

DT Peduli

DT Peduli

Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari DT Peduli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebanyak 10.000 liter air bersih berhasil didistribusikan ke wilayah terdampak kekeringan (Sumber: DT Peduli)
zoom-in-whitePerbesar
Sebanyak 10.000 liter air bersih berhasil didistribusikan ke wilayah terdampak kekeringan (Sumber: DT Peduli)

DTPEDULI.ORG | MALANG - Musim kemarau yang berlangsung sejak Juni menyebabkan warga Kampung Pondok Kobong, Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut mendorong DT Peduli Malang menyalurkan 10 ribu liter air bersih kepada warga pada Kamis (1/10/2026).

Kampung Pondok Kobong merupakan wilayah yang cukup terpencil dan jauh dari akses jalan utama. Sekitar 160 jiwa yang tinggal di wilayah tersebut mengandalkan sumber air yang kini mulai mengering akibat kemarau.

Bantuan air disalurkan kepada 40 kepala keluarga (KK) yang tersebar di tiga RT. Penyaluran dilakukan di sejumlah titik, termasuk Masjid Al Muhajirin yang menjadi salah satu pusat aktivitas keagamaan masyarakat.

Selain menyediakan titik pengambilan air, tim DT Peduli Malang juga mengantarkan air langsung ke rumah warga. Langkah ini dilakukan untuk membantu lansia, janda, dan warga dengan keterbatasan mobilitas yang kesulitan mengambil air secara mandiri.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Amin, mengatakan kekeringan telah dirasakan warga sejak Juni. Sumber air yang selama ini digunakan masyarakat mulai mengering sehingga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan warga.

"Kekeringan ini sudah terjadi sejak bulan Juni dan sampai sekarang masih kekeringan karena cuaca kemarau yang ekstrem. Sumber air kami kering. Sebenarnya masih ada sedikit air, tetapi tidak mampu dipompa sampai ke rumah-rumah warga," ujar Amin.

Keterbatasan air membuat warga harus menghemat penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari. Sebagian warga bahkan harus mendatangi sumber air untuk mencuci pakaian meski ketersediaannya terbatas.

Sebanyak 10.000 liter air bersih berhasil didistribusikan ke wilayah terdampak kekeringan (Sumber: DT Peduli)

"Beberapa warga berikhtiar dengan mencuci pakaian langsung di dekat sumber air karena kondisi air yang sangat minim. Jadi, kedatangan bantuan ini sangat membantu kami sekali," katanya.

Penyaluran air bersih tersebut menjadi bagian dari upaya DT Peduli Malang membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak kekeringan, termasuk warga yang berada di wilayah dengan akses terbatas.

Bantuan juga diharapkan dapat mendukung kebutuhan air untuk aktivitas warga di Masjid Al Muhajirin selama musim kemarau. (Suciati Handayani/Astri Rahmayanti)