Konten dari Pengguna

DT Peduli Salurkan Rp122,5 Miliar Bantuan Kemanusiaan di Tengah Krisis Gaza

DT Peduli

DT Peduli

Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari DT Peduli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Direktur Utama DT Peduli, Jajang Nurjaman, saat memaparkan Laporan dan Roadmap Pergerakan DT Peduli untuk Program Peduli Palestina (Sumber: DT Peduli)
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama DT Peduli, Jajang Nurjaman, saat memaparkan Laporan dan Roadmap Pergerakan DT Peduli untuk Program Peduli Palestina (Sumber: DT Peduli)

DTPEDULI.ORG | BANDUNG - Sebagai bentuk akuntabilitas publik dan komitmen kemanusiaan yang berkesinambungan, DT Peduli mencatatkan total penyaluran bantuan untuk Palestina sebesar Rp122,5 miliar sepanjang periode 7 Oktober 2023 hingga 7 Oktober 2026.

Capaian tersebut disampaikan dalam gelaran Impact for Palestine 2026 di Pesantren Eco Daarut Tauhiid, Bandung, Rabu (7/10/2026). Penyaluran dana ini merupakan amanah serta arahan langsung dari Pendiri Pesantren Daarut Tauhiid, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), agar DT Peduli bergerak cepat menghimpun dan menyalurkan bantuan seluas-luasnya bagi masyarakat Palestina.

Direktur Utama DT Peduli, Jajang Nurjaman, menyatakan bahwa penghimpunan dana ini diwujudkan melalui berbagai program bantuan kemanusiaan yang terarah. Lewat momentum ini, ia menegaskan komitmen lembaga untuk terus mendampingi perjuangan rakyat Palestina.

Antusias Peserta Kegiatan Impact For Palestine, Poster-poster dukungan untuk Gaza dan Palestina dibuat oleh mereka (Sumber: DT Peduli)

"Insya Allah, Daarut Tauhiid berkomitmen untuk terus membersamai perjuangan Palestina, menjembatani kepedulian masyarakat Indonesia untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita di Palestina agar dapat terus bertahan dan berjuang hingga Palestina merdeka serta Masjidil Aqsa terbebaskan dan dimakmurkan," ujar Jajang.

Kebutuhan bantuan tersebut kian mendesak seiring dengan kondisi memprihatinkan di Gaza yang dipaparkan langsung oleh Syekh Muhammed Adel Al-Ghoul. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 52 persen wilayah Gaza saat ini telah dikuasai dan dibatasi oleh garis demarkasi (Yellow Line). Akibatnya, sekitar dua juta warga Gaza terpaksa berdesakan di sisa wilayah yang ada, dengan mayoritas bertahan hidup di tenda-tenda pengungsian dalam kondisi yang tidak layak.

Talkshow Interaktif bersama Syekh Muhammed Adel Al-Ghoul dan Ustadz Edgar Hamas dalam rangkaian kegiatan Impact For Palestine (Sumber: DT Peduli)

Meski berada di tengah krisis hebat, Syekh Muhammed menegaskan bahwa semangat masyarakat Gaza tidak pernah padam. Menurutnya, momentum 7 Oktober bukanlah perayaan untuk mengenang kesedihan, melainkan pengingat akan kebanggaan dan keteguhan perjuangan.

"Warga Gaza tetap kokoh dan tidak menyerah dalam mempertahankan tanah air serta Masjidil Aqsa," tegas Syekh Muhammed. (Farih/Astri Rahmayanti)