Gaza Water Week Kembali Digelar, 7 Hari Alirkan Air untuk Kehidupan di Gaza

Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari DT Peduli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

DTPEDULI.ORG | GAZA - Akses air bersih masih menjadi salah satu kebutuhan mendesak bagi masyarakat Gaza, Palestina. Merespons kondisi tersebut, DT Peduli kembali mengambil bagian dalam gerakan Gaza Water Week, yang berlangsung selama tujuh hari pada 9--15 September 2026.
Pada pelaksanaan sebelumnya, sebanyak 1.078.000 liter air bersih disalurkan dan menjangkau sekitar 218.000 jiwa di Gaza. Kini, gerakan tersebut kembali dilanjutkan untuk mengalirkan air dan harapan bagi masyarakat Palestina.
Director of Impact & Civilization, Fahrizal Amir menyampaikan, penyediaan air menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata DT Peduli dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Gaza.
"Allah amanahkan DT Peduli bisa memiliki bersama-sama satu pabrik air yang berkolaborasi dengan NPC di wilayah Gaza City. Ini yang menjadi wasilah bantuan air minum untuk masyarakat dan saudara-saudara kita di Gaza," ujar Fahrizal, Rabu (9/9/2026).
Pabrik air tersebut menjadi salah satu sarana penyediaan air minum bagi masyarakat Gaza. Dalam operasionalnya, DT Peduli berkolaborasi dengan NPC dan UNICEF dengan pembagian waktu operasional setiap bulan. UNICEF mengambil porsi selama dua pekan, NPC satu pekan, dan DT Peduli satu pekan.
Skema kolaborasi tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Gaza Water Week, yang diharapkan dapat menjaga keberlanjutan akses air minum bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Fahrizal, pemenuhan air dan makanan merupakan bagian dari kebutuhan dasar yang menjadi perhatian DT Peduli dalam rencana kontribusinya untuk Palestina.
"Alhamdulillah, Allah mudahkan dan memberikan kesempatan kepada kita untuk bisa memberikan minum kepada saudara-saudara kita di Gaza," ungkapnya.
Melalui Gaza Water Week, DT Peduli mengajak masyarakat untuk kembali menguatkan kepedulian terhadap Palestina. Sebab, setiap aliran air yang sampai kepada masyarakat Gaza bukan sekadar memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi bentuk nyata bahwa kepedulian dan harapan untuk Palestina tidak boleh berhenti mengalir. (Astri Rahmayanti)
