Hangatnya Paket Buka Puasa dan Bingkisan Lebaran untuk Pengungsi Palestina

Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari DT Peduli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

DTPEDULI.ORG | AMMAN - Matahari mulai condong ke ufuk barat di langit Kamp Joufa, Yordania, Kamis (19/3/2026). Di tengah kepungan debu, aroma rempah nasi biryani dan gurihnya ayam panggang menyeruak, membelah udara sore yang cerah. Bagi ribuan pengungsi Palestina di sana, aroma itu menjadi pesan cinta yang dikirimkan dari tanah air jauh di Indonesia.

Relawan DT Peduli dengan sigap menata paket-paket besar berisi hidangan bergizi. Di hadapan mereka, barisan panjang telah terbentuk. Dari lansia yang melangkah perlahan hingga anak-anak kecil dengan mata berbinar, semuanya mengantre dengan tertib. Senyum mereka merekah, secerah cuaca Yordania hari itu, menyambut bantuan yang datang di akhir Ramadhan 1447 Hijriah.
Menembus Batas di Tiga Kamp Pengungsian
Ikhtiar menghadirkan kebahagiaan ini merupakan bagian dari program Ramadhan untuk Palestina sekaligus program Ramadhan Peduli Negeri (RPN) 2026 DT Peduli yang menyasar titik-titik krusial pengungsian warga Palestina di Yordania. Tidak hanya di Kamp Joufa, aksi nyata ini juga menjangkau Kamp Mahattah dan Kamp Sukhnah.
Perjalanan kebaikan ini dimulai sejak Senin (16/3/2026) di Kamp Mahattah. Di sana, 100 paket bingkisan lebaran disalurkan kepada keluarga yang paling membutuhkan dan anak-anak yatim. Yaqin, seorang relawan lokal dari Perkumpulan Pusat Islam di kamp tersebut, tak kuasa menyembunyikan rasa harunya saat membagikan paket tersebut.
"Hari ini telah dibagikan seratus paket bantuan kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan dan anak-anak yatim. Terima kasih Darut Tauhiid," ungkap Yaqin dengan tulus.
Amanah Donatur untuk 2.450 Jiwa
Semangat berbagi terus berlanjut ke Kamp Sukhnah pada Rabu (18/3/2026). Di lokasi ini, skala penyaluran meningkat drastis. Hampir 1.000 paket bahan pangan siap saji untuk berbuka puasa disebar merata.
Secara total, misi kemanusiaan di tiga kamp ini berhasil menyentuh 2.450 jiwa penerima manfaat untuk buka puasa, serta 700 jiwa yang mendapatkan paket bingkisan Lebaran. Angka-angka ini mewakili ribuan perut yang terisi dan ribuan hati yang merasa tidak sendirian dalam perjuangan.
Manajer DT Ready Lembaga Pengabdian Masyakarat (LPM) DT Peduli, Nanang Abdul Azis, menjelaskan bahwa setiap paket buka puasa yang disalurkan dirancang untuk memberikan asupan yang maksimal bagi para penerima manfaat.
"Paket ifthar (buka puasa) ini harganya $15. Ini sebetulnya paket besar, standar kualitasnya sama seperti yang pernah kita hadirkan di Masjid DT Gaza yang pertama," ujar Nanang.
Eko, Relawan DT Peduli di lapangan menegaskan bahwa keberhasilan penyaluarn ini adalah buah dari kedermawanan para donatur dan muhsinin (orang baik) di Indonesia. Di tengah keterbatasan hidup di pengungsian, bantuan ini menjadi dukungan yang luar biasa bagi warga Palestina.
"Alhamdulillah, di akhir-akhir Ramadhan ini, kami menyebar paket untuk saudara-saudara kita di kamp pengungsian. Terima kasih kepada para donatur yang sudah menitipkan bantuannya. Mari kita terus dukung saudara-saudara kita sampai Palestina merdeka," pungkas Eko saat bertugas di Kamp Sukhnah.
Saat adzan magrib berkumandang di tanah para nabi tersebut, ribuan pengungsi menikmati hidangan mereka dengan khidmat. Di balik setiap suapan nasi biryani, ada doa-doa tulus yang dipanjatkan untuk masyarakat Indonesia. Ramadhan kali ini, meski jauh dari tanah kelahiran yang terjajah, terasa sedikit lebih hangat berkat bentangan tangan dari mereka yang peduli. (Agus ID)
