Konten dari Pengguna

Inovasi, Hunian Adaptif Banjir Berbasis Kearifan Lokal di Tamiang

DT Peduli

DT Peduli

Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari DT Peduli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rumah Panggung Tumbuh, Program Pembangunan Hunian Tetap untuk Penyintas Bencana Banjir Bandang di Aceh Tamiang (Sumber : DT Peduli)
zoom-in-whitePerbesar
Rumah Panggung Tumbuh, Program Pembangunan Hunian Tetap untuk Penyintas Bencana Banjir Bandang di Aceh Tamiang (Sumber : DT Peduli)

DTPEDULI.ORG | TAMIANG - Direktur Utama LAZ DT Peduli, Jajang Nurjaman, bersama Direktur Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM), Muhammad Ihsan, meninjau langsung progres pembangunan Rumah Panggung Tumbuh (RUPATUH) di Aceh Tamiang, Selasa (17/2/2026). Program ini hadir sebagai solusi hunian transisi yang adaptif terhadap risiko banjir tahunan dengan tetap menjunjung tinggi kearifan lokal dan nilai-nilai tauhid.

Peninjauan Langsung oleh Direktur Utama DT Peduli, Jajang Nurjaman dan Direktur LPM DT, M Ihsan di Lokasi Pembangunan RUPATUH (Sumber : DT Peduli)
zoom-in-whitePerbesar
Peninjauan Langsung oleh Direktur Utama DT Peduli, Jajang Nurjaman dan Direktur LPM DT, M Ihsan di Lokasi Pembangunan RUPATUH (Sumber : DT Peduli)

Hingga pertengahan Februari 2026, satu unit rumah percontohan telah mencapai progres 90 persen, sementara empat unit lainnya sedang dalam proses pengerjaan. Ke depan, DT Peduli berencana membangun sekitar 100 hingga 150 unit RUPATUH bagi keluarga terdampak banjir di wilayah tersebut.

Jajang Nurjaman menjelaskan bahwa RUPATUH merupakan ikhtiar lembaga untuk menghadirkan hunian yang tidak hanya cepat bangun, tetapi juga mengutamakan martabat dan keselamatan.

"Kami mempertimbangkan berbagai aspek; tidak hanya menghadirkan rumah darurat yang layak dan cepat, tetapi juga memperhatikan sisi kenyamanan, keselamatan, serta martabat dan harapan warga Aceh. Mengingat Tamiang langganan banjir, konsep panggung kami pilih agar warga tetap aman dan selamat jika bencana kembali melanda," ujar Jajang.

Rumah Panggung Tumbuh, Program Pembangunan Hunian Tetap untuk Penyintas Bencana Banjir Bandang di Aceh Tamiang (Sumber : DT Peduli)

Konsep RUPATUH bersifat fleksibel, di mana unit dapat dibangun dalam satu kawasan relokasi pemerintah maupun di lahan pribadi milik warga yang enggan berpindah karena alasan lansia atau menjaga fasilitas umum seperti masjid. Meski berstatus hunian sementara, bangunan ini memiliki kualitas hunian tetap yang memungkinkan pengembangan mandiri di masa depan.

Muhammad Ihsan menekankan bahwa membangun rumah bagi Daarut Tauhiid adalah upaya menjaga martabat manusia sebagai hamba Allah.

"Bencana adalah sunnatullah yang harus dihadapi dengan ilmu dan ikhtiar. RUPATUH dirancang agar keluarga dapat mengembangkan rumahnya secara bertahap tanpa menghilangkan hak mereka untuk memperoleh bantuan hunian tetap dari pemerintah di masa depan," jelas Ihsan.

Monitoring ini juga memastikan setiap catatan teknis dari tim arsitek telah terpenuhi, mulai dari bentuk atap hingga penguatan struktur tembok. Dengan selesainya rumah percontohan ini, DT Peduli berharap RUPATUH menjadi syiar nyata bagi donatur dan inspirasi bagi masyarakat untuk membangun ekosistem hunian yang lebih tangguh dan berkelanjutan. (Agus ID)