Konten dari Pengguna

Kisah Hafsah An-Najla, Berhasil Hafal 29 Juz Al-Qur'an dalam 1 Tahun

DT Peduli

DT Peduli

Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari DT Peduli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Hafsah An-Najla bersama Pembina Pesantren Daarut Tauhiid, Aa Gym, saat Haflah Takhrim Tahfidz Al-Quran (Sumber: DT Peduli)
zoom-in-whitePerbesar
Foto Hafsah An-Najla bersama Pembina Pesantren Daarut Tauhiid, Aa Gym, saat Haflah Takhrim Tahfidz Al-Quran (Sumber: DT Peduli)

DTPEDULI.ORG | BANDUNG - Suasana haru dan penuh syukur mewarnai pelaksanaan Haflah Takrim Tahfidz Al-Qur'an XIII, Baitul Quran Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Indonesia yang diselenggarakan pada Sabtu (27/6/2026). Salah seorang santri yang turut mengikuti prosesi wisuda adalah Hafsah An-Najla, santriwati asal Magetan, Jawa Timur, yang berhasil menyelesaikan hafalan sebanyak 29 juz Al-Qur'an selama mengikuti program Tahfidzul Qur'an.

Capaian tersebut menjadi buah dari perjuangan panjang Hafsah selama kurang lebih satu tahun menjalani proses pembelajaran dan pembinaan di Baitul Quran Pesantren Daarut Tauhiid Indonesia. Memiliki ketekunan dan ikhtiar semangat yang terus dijaga, Hafsah mampu menorehkan prestasi yang membanggakan.

Bagi Hafsah, kesempatan untuk belajar dan menghafal al-Qur'an merupakan nikmat besar yang patut disyukuri. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan belajarnya.

"Saya merasa bersyukur telah diberi kesempatan oleh Yang Maha Kuasa untuk menghafal Qur'an. Saya juga berterima kasih kepada semuanya yang telah memberi saya kesempatan untuk menghafalkan al-Qur'an, khususnya kepada para donatur dan ustazah-ustazah yang telah membimbing saya selama pembelajaran. Semoga apa yang telah saya dapatkan di sini dapat memberikan manfaat untuk diri saya dan orang lain," tutur Hafsah.

Keberhasilan Hafsah tentu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk keluarga yang senantiasa memberikan doa dan semangat. Hamzah, Wali Santri Baitul Quran, mengaku merasakan banyak manfaat dari program beasiswa yang dijalankan.

"Alhamdulillah, dengan program beasiswa ini banyak manfaat yang kami rasakan. Terutama dari program tahfidz, kegiatan belajar mengajar, dan berbagai pembinaan lainnya yang sangat memengaruhi karakter anak. Banyak perubahan yang terlihat, terutama dalam akhlak, kedisiplinan, dan sikapnya. Harapan kami, semoga ke depan anak-anak yang mengikuti program ini bisa menjadi pejuang agama dan bermanfaat bagi banyak orang," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan doa dan apresiasi kepada para donatur yang telah mendukung keberlangsungan program beasiswa Baitul Quran. "Semoga Allah menambah keberkahan untuk Baitul Quran Daarut Tauhiid, para donatur, dan seluruh pihak yang terlibat dalam program beasiswa ini," tambahnya.

Setelah menyelesaikan Program Tahfidzul Qur'an, Hafsah akan melanjutkan perjalanan pengabdiannya dengan mengikuti masa khidmat di DT Peduli Jatim. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (Kia/Cristi A.Sarif)