Konten dari Pengguna

Masjid DT Gaza Kembali Gelar Program Baitul Quran Bangkit di Tengah Musim Dingin

DT Peduli

DT Peduli

Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari DT Peduli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Program Baitul Quran di Masjid DT Gaza kembali digulirkan (Sumber : DT Peduli)
zoom-in-whitePerbesar
Program Baitul Quran di Masjid DT Gaza kembali digulirkan (Sumber : DT Peduli)

DTPEDULI.ORG | GAZA - Kondisi di Jalur Gaza menunjukkan tanda-tanda kehidupan yang berangsur pulih, meski luka perang yang dimulai pada 7 Oktober 2023 masih terasa sangat dalam. Setelah melalui masa-masa genting yang memaksa ratusan ribu warga mengungsi, ribuan orang kini mulai kembali ke rumah mereka di berbagai wilayah.

Suasana ini juga terlihat di wilayah Deir al-Balah, yang sebelumnya menjadi tempat penampungan bagi banyak pengungsi dari utara. Perlahan, aktivitas keagamaan dan pendidikan pun mulai kembali normal.

Anak-anak, Remaja, dan Dewasa mengikuti kegiatan belajar mengaji di Masjid DT Gaza (Sumber : DT Peduli)

Kegiatan belajar mengaji Al-Quran untuk anak-anak, remaja, dan dewasa yang sempat terhenti kini dihidupkan kembali di masjid-masjid. Suara lantunan ayat suci kembali menggema, mengisi ruang-ruang yang sebelumnya hening oleh ketakutan.

Program Baitul Quran di Masjid DT Gaza yang menjadi salah satu kegiatan andalan, kini telah aktif kembali. Program ini memberikan lebih dari sekadar pelajaran agama, tetapi juga memberikan trauma healing, rasa normalitas dan harapan bagi para santri. Di tengah musim dingin, semangat para santri tidak surut untuk datang ke Masjid Darut Tauhid Gaza dalam menimba ilmu. Kebahagiaan karena dapat kembali berkumpul dan belajar bersama terpancar jelas di wajah mereka, mengatasi dinginnya udara.

Di antara sekian banyak santri yang penuh semangat, terdapat sosok Samaa Abukhsewan (11 tahun). Gadis kecil ini adalah salah satu korban langsung dari serangan yang menargetkan rumahnya, sebuah insiden yang merenggut kaki kanannya hingga harus diamputasi.

Program Baitul Quran di Masjid DT Gaza kembali digulirkan (Sumber : DT Peduli)

Kisahnya mewakili ribuan anak di Gaza yang menanggung luka fisik mendalam. Namun, kehilangan tersebut tidak memadamkan api semangat Samaa untuk terus belajar dan mendekatkan diri kepada Allah. Dengan tekad yang kuat, ia tetap hadir di Masjid, mengikuti kegiatan Baitul Quran dengan ceria.

Indra Firdaus, Relawan DT Peduli yang membantu proses pengiriman bantuan ke Gaza, menyebutkan, kembalinya fungsi masjid sebagai tempat ibadah dan belajar merupakan pencapaian penting dalam kondisi di mana lebih dari 92 persen sekolah di Gaza mengalami kerusakan atau kehancuran.

Menurutnya, aktivitas keagamaan dan pendidikan seperti ini memberikan dukungan psikososial yang sangat dibutuhkan untuk menyembuhkan trauma. Ia menjelaskan, setiap langkah menuju masjid dan setiap ayat yang dilantunkan adalah bentuk ketangguhan warga Gaza.

"Mereka bukan hanya membangun kembali bangunan, tetapi juga memulihkan jiwa dan masa depan generasi penerus," ungkap Indra.

Pemulihan ini terjadi saat fokus internasional mulai beralih ke fase rekonstruksi Gaza pascaperang. Meski jalan menuju pemulihan total masih sangat panjang dan penuh rintangan, kebangkitan aktivitas di Masjid adalah sebuah permulaan yang penuh makna.

"Kegiatan ini mengukuhkan bahwa masjid, yang bermakna tempat sujud, tetap berdiri sebagai simbol penyerahan diri dan harapan. Kehadiran orang-orang seperti Samaa dan para santri lainnya adalah cahaya di negeri yang kuat," pungkas Indra. (Agus ID)